oleh

DPR Khawatir Teror Bom Surabaya Ganggu Pelaksanaan Pilkada Serentak 2018

JAKARTA – Ketua Komisi II DPR RI Zainudin Amali khawatir adanya serangan bom di tiga gereja, Surabaya, Jawa Timur akan mengurangi partisipasi masyarakat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018.

“Dampak lainnya adalah munculnya rasa takut yang berlebihan di tengah-tengah masyarakat, sehingga akan mengurangi partisipasi mereka dalam perhelatan Pilkada ini, khususnya yang melibatkan banyak orang,” ujar Zainudin saat dihubungi, Senin (14/5/2018).

banner 300x250

Kekhawatiran Zainudin ini salah satunya karena aparat keamanan akan terbagi konsentrasinya untuk menjaga keamanan pilkada dan menjaga keamanan pasca terjadinya sejumlah aksi teror. Pilkada Serentak 2018 sendiri akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 yang digelar di 171 daerah di Indonesia.

Beredar Foto-Foto Ledakan Diduga Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya

“Dengan personel yang terbatas, aparat keamanan kita harus membagi konsentrasi untuk menjaga keamanan pilkada dan mengusut serta menjaga supaya teror tidak terulang lagi,” jelasnya.

Politikus Partai Golkar ini menilai, teror bom yang terjadi pada Minggu 13 Mei 2018 kemarin merupakan pukulan berat aparat keamanan dan intelijen. Apalagi kejadian ini terjadi tak lama setelah kericuhan yang terjadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat antara polisi dengan narapidana terorisme.

“Belum selesai pengungkapan tentamg kerusuhan di Mako Brimob beberapa hari yang lalu kita sudah dikejutkan lagi dengan pengeboman di beberapa gereja di Surabaya,” tuturnya.

Petugas Penjinak Bom Identifikasi Lokasi Ledakan di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Surabaya

Sebagaimana diketahui, peristiwa bom bunuh diri terjadi pada Minggu 12 Mei kemarin di tiga gereja Surabaya, yakni gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Pantekosta, Jalan Arjuno dan GKI Jalan Diponegoro. Sebanya 13 orang dinyatakan meninggal dunia dan 43 orang luka-luka akibat serangan tersebut.

Dalam waktu yang relatif cepat, Polri berhasil mengungkap pelaku bom bunuh diri dan motif di balik teror ini. Pelaku bom bunuh diri pada tiga lokasi merupakan satu keluarga, terdiri dari bapak, ibu dan empat anaknya.

Beredar Foto-Foto Ledakan Diduga Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya

Sepasang suami istri ini diketahui bernama Dita Upriyanto dan Puji yang beralamat di Wonorejo Asri, 11 Blok KK Nomor 22, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Sedangkan keempat anaknya masing-masing berinisial Y (18), FH (16), FS (11) dan P (9).

Tak hanya di Surabaya, Minggu 13 Mei 2018, bom meledak di Rusun Wonocolo yang diduga terkait bom Surabaya juga menewaskan tiga orang sekeluarga. Bom itu meledak setelah dirakit oleh pelaku.

Bom Meledak di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo, 1 Orang Dikabarkan Tewas

Akibatnya tiga orang tewas dalam ledakan bom di Blok B lantai 5 Rumah Susun (Rusun) Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur. Tiga lainnya luka-luka. Mereka diketahui memiliki ikatan keluarga.

Tiga orang tewas masing-masing Anton Febryanto (47) sebagai kepala keluarga, Puspita Sari (47) istri Anton dan Rita Aulia Rahman remaja 17 tahun yang merupakan anak pasangan Anton-Puspita.

(fzy)