oleh

5 Fakta Pembunuhan Dufi yang Pernah Jadi Wartawan Media Nasional

JAKARTA – Sesosok mayat diketahui bernama Abdullah Fithri Setiawan ditemukan di dalam drum plastik di Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu 18 November 2018 sekira pukul 06.30 WIB. Korban yang biasa dipanggil Dufi ini diduga menjadi korban perampokan atau begal.

Berikut fakta yang berhasil dirangkum Okezone terkait penemuan sosok mayat di dalam drum, sontak membuat warga Bogor heboh, Senin (19/11/2018):

banner 300x250

1. Mayat Korban Ditemukan oleh Seorang Pemulung

Wafatnya Abdullah Fithri Setiawan ditemukan di dalam drum plastik di Kampung Narogong, Kota Bogor, Jawa Barat. Kapolsek Klapanunggal AKP Bimantoro Kurniawan mengatakan mayat tersebut pertama kali oleh seorang pemulung yang tengah melintas di kawasan industri Kambang Kuning sekira pukul 06:30 WIB, Minggu 18 November 2018.

“Saksi (pemulung) mengira bahwa drum plastik berisikan sampah. Namun setelah dibuka di dalamnya ada mayat laki-laki. Langsung teriak minta tolong ke warga,” kata Bimantoro.

Diketahui, mayat tersebut dibawa polisi ke Polri Kramatjati, Jakarta. Belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban.

“Kami belum tahu, (mayat) korban pembunuhan atau bagaimana. Sekarang akan kita identifikasi dulu, selanjutnya kita lakukam otospi untuk memastikan penyebab kematiannya,” tutup Bimantoro.

(Baca Juga: Ditemukan Tewas di Dalam Drum, Tubuh Dufi Banyak Luka Sayatan)

(Baca Juga: Ditemukan Tewas di Dalam Drum, Dufi Sering Ajak Anaknya ke Masjid)

2. Korban Dikenal Sebagai Aktivis Lingkungan

Salah satu sahabat korban, Edward Arif mengungkapkan, Almarhum Dufi semasa hidup dikenal sebagai orang yang supel dan berkepribadian ramah. Ia mengaku sangat terkejut begitu mengetahui mayat dalam drum itu ternyata adalah sahabatnya.

“Beliau tetangga yang baik, aktif di lingkungan dan masjid DKM Al-Muhajirin Catalina. Beliau juga aktif memperjuangkan warga agar lingkungan di sana tidak berdampak luas baik sosial, AMDAL dan lainnya dikarenakan sekarang sedang berlangsung pembangunan apartemen dan perumahan di lingkungan kami,” paparnya.

Edward menambahkan, semasa hidup korban, dia merupakan tetangga yang baik dan ramah terhadap warga sekitar.

3. Korban Sempat Menjadi Wartawan Nasional

Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky menjelaskan bahwa identitas korban didapat setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap pihak keluarganya. Berdasarkan data yang dihimpun, korban kini bekerja sebagai tenaga pemasaran (marketing) di televisi milik ormas Islam Muhammadiyah (TVMu).

“Istri tidak mengetahui persis apakah pekerjaan korban masih menjadi wartawan. Dulu pernah jadi wartawan, tapi setelah itu tidak mengetahui lagi pekerjaan suami,” kata Dicky.

Diketahui, korban memang sudah lama bergeliat aktif di dunia jurnalis baik sebagai wartawan dan marketing. Riwayat terakhir pekerjaan korban yakni sebagai freelance marketing di TVMu (TV Muhammadiyah) dan TVRI.

4. Anak Korban Hanya Mengetahui Ayahnya sebagai Korban Kecelakaan

Wafatnya sang ayahanda tidak diinformasikan oleh pihak keluarga secara rinci kepada anak-anak korban. Hingga kini, anak-anak korban hanya mengetahui bahwa ayahanda tewas akibat korban kecelakaan.

“Sampai sekarang anak-anaknya hanya tahu ayahnya itu korban kecelakaan. Ibunya yang pertama kasih tahu mereka informasinya begitu, akhirnya keluarga sepakat informasinya kita keep begitu untuk anak-anak,” ujar Ketua RT 02/RW 06, Ikhsan.

Ikhsan menjelaskan, korban dikarunia enak orang anak. “Yang paling besar duduk di bangku kelas 3 SMK, kalau yang paling kecil itu masih umur sekitar 6 tahun. Gimana ya, masih pada kecil kan itu, makanya keluarga akhirnya sepakat enggak ngasih tahu,” imbuhnya.

5. Jenazah Sudah Dikebumikan di TPU Semper Jakarta Utara

Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT TVMu Surya Utama, Purnomo Harry memaparkan Dufi telah dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Semper, Jakarta Utara, pagi tadi.

“Sudah dimakamkan tadi jam delapan pagi. Di Jakarta Utara,” kata Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT TVMU Surya Utama, Purnomo Harry,” saat berbincang dengan Okezone.

(aky)