oleh

Penambangan di Pulau Topang Kembali Beroperasi, Lebih 50 Warga Bekerja di PT Timah

SELATPANJANG – Penambangan dan peleburan timah di Pulau Topang kembali beroperasi setelah PT WPJ menggandeng PT Timah Tbk. Dampak positifnya, lebih 50 warga Pulau Topang bekerja di sana.

Sebelum PT Timah Tbk beroperasi di Topang, Bupati Kepulauan Irwan menginginkan tenaga kerja diambil dari anak daerah atau anak tempatan. Perusahaan yang berkantor di Kundur Kepri itu harus memprioritaskan warga Topang, terutama yang terkena dampak langsung dari aktivitas penambangan.

banner 300x250

“Nelayan lah yang terkena dampak langsung dari operasi PT Timah Tbk ini. Tolong prioritaskan mereka,” ujar Irwan.

Di hadapan pihak PT Timah Tbk yang datang ke Kepulauan Meranti kemarin, Irwan juga menceritakan tujuan ia mengizinkan PT Wahana Perkit Jaya (WPJ) beroperasi di Pulau Topang. Yaitu dengan harapan bisa menyerap banyak tenaga kerja dan masyarakat merasakan dampak peningkatan ekonomi.

“Kita setuju PT WPJ beroperasi di Topang tahun 2013 lalu. Dengan syarat, mereka harus membangun smelter di sana,” cerita Irwan.

Setelah smelter terbangun dan WPJ beroperasi, tambah bupati dua periode itu, hampir semua masyarakat Topang mendapat keuntungan ekonomi. Bahkan masyarakat yang dulunya bekerja di Malaysia kembali pulang ke kampung karena di sana banyak peluang kerja.

“Smelter PT WPJ tolong dihidupkan kembali. Tujuan diberi izin ke WPJ untuk kemaslahatan ummat, supaya masyarakat bisa bekerja,” kata Irwan lagi.

Rupanya, apa yang menjadi atensi Bupati Kepulauan Meranti ini, direspon baik oleh PT Timah Tbk. Perusahaan plat merah itu kini telah merekrut anak tempatan (lebih 50 orang -red) untuk bekerja di penambangan dan peleburan.

Hal itu diakui Kades Topang, Syamsuharto. Katanya, PT Timah Tbk telah beroperasi di sana dan mampu menyerap 50 tenaga kerja, warga tempatan.

“Alhamdulillah sudah lumayan banyak warga kita bekerja di perusahaan timah. Diperkirakan, dengan buruh bongkar lebih 50 orang,” kata Syamsurharto.

“Terima kasih Pak Bupati (Irwan-red),” tambah Syamsuharto.

Perwakilan PT Timah Tbk, Yori Eko Faruza mengatakan, mereka tak hanya menambang di Topang, Rangsang,. Tetapi mereka mempunyai tanggungjawab sosial yaitu penyaluran dana kemitraan, CSR, dan reklamasi pulau bekas penambangan.

Menanggapi hal itu, Irwan Nasir mengucapkan terimakasih kepada PT Timah Tbk. Ia berharap program PKBL PT Timah Tbk tepat sasaran dan kalau bisa sinkron dengan program pemerintah. Irwan Nasir juga meminta PT Timah Tbk memetakan betul-betul sesuai zonasi ketika menyalurkan PKBL.