oleh

100 Mahasiswa Riau Raih Beasiswa RAPP

Pembagian beasiswa secara simbolis oleh Direktur CD RAPP, Marzum dengan perwakilan mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi dari Riau

PEKANBARU – Sebanyak 100 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Riau meraih beasiswa dari Community Development PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Salah seorang penerima beasiswa Yulia Melba Suriati (20) mahasiswi jurusan Ilmu pemerintahan Universitas Islam Riau, mengatakan dengan beasiswa ini dapat meringankan beban orang tua dalam memberikan dana untuk kuliah.

banner 300x250

“Saya menerima manfaat beasiswa ini sejak tahun 2016. Harapan saya terus dapat mempertahankan nilai sehingga saya bisa terus mendapatkan beasiswa sampai akhir masa kuliah saya,” katanya.

Sementara itu Dwi Indah Oktaviani (20), mahasiswa FKIP Pendidikan Akutansi Universitas Islam Riau dengan beasiswa yang sudah ia dapatkan sejak tahun 2016. Dengan mendapatkan beasiswa ini, ia dapat kosentrasi untuk dapat belajar dengan baik tanpa harus membebani orang tua.

“Kedepannya saya dapat cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan sesuai dengan pendidikan saya saat ini,” katanya.

Direktur Community Development RAPP, Marzum mengatakan program beasiswa ini merupakan wujud komitmen perusahaan terhadap masyarakat sekitar terutama dalam dunia pendidikan di Riau. Hal ini sejalan dengan prinsip 5C yang digariskan perusahaan haruslah membawa manfaat bagi masyarakat (Community), Negara atau daerah (Country), Iklim atau Lingkungan (Climate), pelanggan (customer) dan Perusahaan (Company).

“Dengan adanya beasiswa ini diharapkan para mahasiswa bisa memanfaatkannya. Mereka harus belajar lebih giat dan tetap bisa mempertahankan nilai IPK minimal 3,0 karena perusahaan akan terus melakukan evaluasi tiap semester ,” tutur Marzum.

Marzum menjelaskan Program Beasiswa pendidikan tingkat sarjana ini sudah menginjak tahun ketiga. Program ini sudah dimulai sejak tahun 2016. Dalam proses seleksinya program beasiswa ini bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa masing-masing daerah (Siak, Kampar, Kepulauan Meranti), dan Lembaga Kerapatan Adat Melayu (LKAM) Pelalawan. (rls)