oleh

#Sandiwarauno Jadi Viral, Sandiaga Angkat Bicara

JAKARTA – Sebuah video yang menampilkan blusukan Sandiaga di Pasar Kota Pinang, Sumatera Utara, “dihadang” poster yang memintanya pulang jadi viral di sosial media.

Menanggapi hal tersebut, Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno pun angkat bicara. Sandi menegasakan persitiwa penolakan tersebut memang benar adanya, tanpa ada rekayasa sedikitpun.

banner 300x250

“Insya Allah apa yang terjadi itu apa adanya. Kalau saya sih mendengar langsung dan saya panggil kan, saya panggil dia tadi awalnya agak malu-malu terus dia bilang iya pak ini betul. Saya tanya bapak dibayar? Oh enggak memang ini pendapat saya,” ungkap Sandi di Jakarta, Rabu (12/12/2018).

(Baca Juga: #Sandiwarauno Ramai di Twitter, TKN Sebut Sandiaga Bermain Playing Victim)

Dijelaskan Sandi, posisinya sebagai cawapres saat ini membuat dirinya siap menerima aspirasi dari masyarakat. Seperti kejadian yang dialaminya oleh pedagang Drijon di Pasar Kota Pinang tersebut.

“Saya selalu memberikan kesempatan bahwa masyarakat boleh memberikan aspirasi dan kita terjadi dialog. Saya dan Pak Drijon sudah berangkulan. Dia menyatakan bahwa dia memang mendukung Bapak Presiden (Jokowi) dengan tentunya segala alasannya,” terangnya.

Adanya poster penolakan tersebut, sambungnya, merupakan bagian dari bagian pesta demokrasi. Sehingga mantan Wagub DKI Jakarta itu pun meminta agar seluruh pihak tak usah serius dalam menanggapi hal tersebut.

“Jadi kita boleh berbeda pilihan, (tapi) kita harus tetap berangkulan. Kita harus terus menjaga persatuan kita, ukhuwah kita. Itu yang kita sebut sebagai demokrasi sejuk, politik santun, dan kampanye yang damai, kampanye yang berpelukan,” tandas Sandiaga.

Sebelumnya diberitakan, Juru Bicara TKN Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Tb. Ace Hasan Syadzily menyatakan terlalu kentara bahwa kejadian di Pasar Kota Pinang, Sumatera Utara, di mana Cawapres Sandiaga Uno ditolak, adalah sebuah sandiwara. Tujuannya demi membangun framing seakan-akan Sandiaga dizolimi oleh rezim Jokowi.

Hal itu bisa dilihat dari sejumlah video beredar mengenai kejadian di pasar tersebut. Ada yang mengaku disuruh untuk memasang tulisan di sebuah kertas karton yang isinya menolak kedatangan Sandiaga.

(aky)