oleh

Banjir, Pelajar Dua Sekolah di Inhu Ujian di Atas Genangan Air

RENGAT – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, tidak hanya merendam areal perkebunan dan rumah warga, banjir juga merendam sejumlah sekolah yang ada di daerah itu.

Dari pantauan GoRiau.com di dua kecamatan di Inhu, sedikitnya ada dua sekolah yang saat ini digenangi air banjir. Yakni, SDN 006 Desa Redang di Kecamatan Rengat Barat dan SMPN 5 Kampung Pulau Kecamatan Rengat. 

banner 300x250

Kendati demikian, pihak sekolah memilih tidak meliburkan siswa mereka. Sebab, saat ini di sekolah itu tengah melaksanakan ujian semester ganjil.

“Genangan banjir mamang cukup dalam di SDN 006 Drsa Redang. Akan tetapi, sekolah tidak kita liburkan, karena tengah mengikuti ujian semester ganjil,” ujar Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Rengat Barat, Sahrudin menjawab wartawan, Rabu (12/12/2018).

Akan tetapi, sambung Syahrudin, dalam ujian kali ini, pihaknya mempercepat waktu pelaksanan. Dalam satu hari, ada 3 mata pelajaran yang diujikan.

“Sepertinya, semakin hari kedalaman air terus bertambah. Maka dari itu, pelaksanaan ujian yang biasa lima hari kita percepat menjadi tiga hari. Jika nantinya terus memburuk, mau tidak mau sekolah akan kita liburkan,” tuturnya.

Sejak hari pertama ujian, ketinggian air dalam kelas sudah mencapai diatas mata kali. Walau dalam keadaan basah, pelaksanan ujian tetap berjalan sebagai mana mestinya.

“Walau diatas genangan air, proses ujian tetap berjalan lancar, bahkan lebih fokus dari biasanya. Sebab, para siswa itu harus berhati-hati agar kertas ujian mereka tidak jatuh ke air,” singkat Syahrudin.

Hal yang sama juga dialami para siswa SMPN 5 Kampung Pulau Rengat. Ratusan siswa sekolah itu juga melaksanakan ujian dengan kondisi kelas mereka digenangi air banjir.

“Sekolah terpaksa tidak kita libur kan, karena saat ini memasuki jadwal ujian semester,” ujar Indra, salah seorang guru di sekolah itu.

Dikatakan Indra, banjir ini merupakan kali kedua sejak satu bulan terakhir. Ketinggian air yang merendam sekolah itu cukup tinggi, bahkan sampai seluruh orang dewasa.

“Kita berharap banjir segera surut, sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar siswa,” singkatnya.