oleh

Siswa di Rokan Hilir Riau Ujian di Tenda Pengungsian

Ilustrasi (int)

PEKANBARU – Akibat banjir melanda Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, siswa dan guru di daerah tersebut ada yang melaksanakan ujian semester di tenda darurat untuk pengungsian.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Gafur di Pekanbaru, Rabu, mengatakan kondisi tersebut terjadi di Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir. Banjir di daerah tersebut menggenangi rumah dan bangunan sekolah sehingga warga sempat mengungsi. BPBD mendirikan satu tenda darurat di lokasi pengungsian.

banner 300x250

“Satu buah tenda pengungsian telah dipasang di Kecamatan Rantau Kopar Kabupaten Rokan Hilir yang masih banjir, untuk digunakan saat ujian sekolah di lokasi pengungsian,” kata Jim Gafur.

Ia mengatakan banjir di Rokan Hilir melanda enam kecamatan dengan ketinggian bervariasi sekitar 10 sampai 150 centimeter. Fasilitas umum yang terdampak dari bencana banjir ini antara lain enam sekolah, dua tempat pemakaman umum (TPU), satu masjid, satu mushala, satu surau, satu pasar, satu tempat pelelangan ikan, satu taman umum, satu rumah Suluk, satu Polindes, dan dua kantor desa, yakni kantor penghubung dan kantor penghulu.

Sementara itu, banjir di Kabupaten Kampar juga membuat siswa SDN 008 Kualu Kecamatan Tambang terpaksa melakukan ujian semester di kelas darurat. Tiga kelas darurat akhirnya menggunakan Masjid Nurul Iman, Mushala Nurul Yakin dan Kantor Desa Kualu. Ada 360 siswa yang ikut ujian meski harus melalui perjuangan tak mudah karena kondisi sedang banjir.

Ujian semester pertama ini berlangsung sejak Senin (10/12) hingga Sabtu pekan ini.

Ketua Komite SDN 008 Kualu Kecamatan Tambang, Abdul Musa, mengatakan sebanyak 360 siswa sekolah itu sejak Senin (10/12) terpaksa mengikuti ujian semester pertama di kelas darurat karena ketinggian air di sekitar bangunan sekolah mencapai dua meter sedangkan di dalam kelas mencapai 50 centimeter. Air banjir luapan Sungai Kampar mulai menggenangi sekolah sejak hari Jumat pekan lalu.

“Karena ada ujian semester pertama, maka kita sekolah tidak diliburkan. Tapi mereka ujian di kelas-kelas darurat karena kondisi di sekolah tidak memungkinkan,” kata Musa.