oleh

Waspadai Satwa Liar Ketika Banjir, Gubernur Riau: di Kampung Saya Tak Boleh Sebut Nama Raja Sungai

Wan Thamrin saat mengunjungi dapur umum korban banjir di Desa Buluh Cina, Kampar

PEKANBARU – Selain harus menjaga kesehatan dari bahaya penyakit bawaan banjir, masyarakat yang terdampak banjir di seluruh Provinsi Riau diimbau untuk mewaspadai keberadaan satwa liar.

Di mana, satwa liar yang sering kali muncul ke pemukiman masyarakat ketika banjir, diantaranya seperti buaya dan ular.

banner 300x250

Demikian disampaikan oleh Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim di sela-sela kunjungannya meninjau korban banjir di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, pada Senin (17/12/2018).

“Kalau di Buluh Cina ini untungnya tidak ada ‘Raja Sungai’ (buaya, red). Kalau di kampung saya (Rokan Hilir, red) ada. Di sana tak boleh sembarangan sebut nama ‘Raja Sungai’, nanti datang (buaya, red),” cerita Wan Thamrin.

Untuk itu, ia pun mengingatkan semua masyarakat yang bermukim maupun beraktivitas di bantaran sungai untuk tetap waspada. Khususnya, mewaspadai terhadap serangan buaya dan ular.

“Kalau banjir begini rumah-rumah jadi tergenang banjir. Hati-hati itu (buaya dan ular, red),” ujarnya.

Disamping itu, ia juga mengingatkan para orang tua supaya dapat mengawasi anak-anaknya agar tidak mandi di sungai maupun berenang di genangan air banjir.

“Anak-anak tanggung ini kadang suka main menceburkan diri aja ke air, tolong diawasi oleh orang tuanya,” pesannya.