oleh

Sawit dan Karet Murah, Wabup Kuansing Anjurkan Masyarakat Tanam Serai Wangi

TELUKKUANTAN – Serai wangi dinilai cocok untuk masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing), Riau dalam mendongkrak pendapatan di tengah himpitan murahnya harga karet dan sawit.

Menurut Wakil Bupati Kuansing H. Halim, keberadaan serai wangi sangat menjanjikan. Mengingat, minyak yang dihasillan serai wangi adalah produk ekspor.

banner 300x250

“Minyaknya itu harganya mencapai Rp300 ribu per Kg,” ujar Halim memulai pembicaraan tentang usaha serai wangi yang sedang ia bangun. Halim sudah menanam beberapa hektare sebagai langkah awal. Berharap, masyarakat Kuansing juga mengikuti langkah tersebut.

“Untuk tahap awal, sejak ditanam, umur 10 bulan baru bisa dipanen. Tapi, untuk selanjutnya, itu per tiga bulan panennya,” tutur Halim, Senin (17/12/2018) di ruang kerjanya. Perawatan serai wangi, lanjut Halim sangat mudah dan tidak perlu perlakuan khusus.

Sebagai bisnisman, Halim tak ingin main-main dengan usahanya. Ia telah melihat beberapa perkebunan serai wangi, baik di Sumatera Barat maupun di jawa. Untuk eksportir, pengusaha Sumbar mengirim ke Medan.

“Jarak tanam satu kali satu meter. Satu hektare bisa 10 ribu bibit. Nah, satu bibit ini bisa berkembang dengan pesat. Makanya, dalam jangka waktu 10 bulan sudah panen. Kita hanya memangkas daunnya saja. Jadi, kita hanya menanam sekali,” papar Halim.

Saat ini, dirinya sedang membiakkan bibit serai wangi yang ia beli di Jawa Barat, pusat pembibitan. Dalam waktu dekat, bibit tersebut akan mencapai 1 juta batang.

“Nah, kita anjurkan masyarakat untuk menanamnya. Saat acara replanting sawit kemaren, kita anjurkan masyarakat menanam. Kebun bisa menghasilkan sebelum sawit berumur 3 tahun,” ujar Halim.

Dikatakannya, siapa pun masyarakat yang menginginkan bibit serai wangi bisa mendapatkan dari dirinya. Polanya, masyarakat diberi utang bibit dan akan dipotong saat serai wangi sudah panen. Bibit akan dijual seharga Rp500 per batang. “Saya akan buat pabrik penyulingan. Jadi, masyarakat jangan takut pangsa pasarnya.”

“Satu hektare, bisa panen 20 sampai 30 ton dan kita akan beli Rp1000 per Kg-nya,” tambah Halim.

Jika serai wangi sudah berkembang di Kuansing, Halim yakin masyarakat mampu menaikkan taraf hidup. Sebab, menanam serai juga tak butuh lahan luas. Di pekarangan rumah pun juga bisa.