oleh

Barisan Muda Jokowi Nobatkan Joko Widodo Sebagai Bapak Pembangunan Ekonomi, Ini Penjelasannya

PEKANBARU – Barisan Muda Jokowi, salah satu organisasi relawan Jokowi wilayah Riau, berkesempatan menyampaikan dan memberikan langsung kepada Presiden ketujuh, Joko Widodo berupa bingkai bertuliskan Bapak Pembangunan Ekonomi. Penobatan itu diterima dan ditandatangani oleh Jokowi sendiri.

Hal ini disampaikan Ketua Barisan Muda Jokowi Jhonny, Kamis, (20/12/2018). Penyerahan itu diberikan pada momentum kedatangan Jokowi untuk menerima gelar adat dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, beberapa waktu lalu.

banner 300x250

“Penobatan ini kami berikan kepada bapak Jokowi, karena selama empat tahun terakhir ini kami menganggap beliau telah membuktikan kepada masyarakat Indonesia melalui kebijakan-kebijakan konkret dan tepat sasaran yang berdampak bagi kemajuan ekonomi sekarang hingga masa mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu program terbaik Jokowi diantaranya adalah Nawacita, yang akan dapat dirasakan hingga 79 tahun kedepannya.

“Program Nawacita ini sangat jauh dampaknya, bisa kita lihat dan rasakan hingga 70 tahun kedepan, salah satu nya seperti Pembangkit listrik MPP balai Pungut-Riau dengan kapasitas (3×25 MW) yang sudah beroperasi sejak 13 November 2016 silam, akses jalan Tol Pekanbaru-Sumbar, penghubung antar Provinsi dari Aceh hingga Papua, Trans Sumatera dan pembangunan Pelabuhan Internasional terbesar di asia tenggara yang terletak di Sumatera utara,” urainya.

Menurut Jhonny, sebagai warga Riau, dirinya telah merasakan dampak kebijakan dari seorang pemimpin negara republik Indonesia (Jokowi) yang bisa membawa perubahan dan memberikan kontribusi konkret terhadap kemajuan ekonomi nasional melalui pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan manusia.

“Tdak sedikit anggaran dari APBN yang dikucurkan untuk infrastruktur maupun anggaran alokasi yang di curahkan untuk pembangunan manusia, dari tahun ke tahun terus meningkat. Seperti dana desa Riau juga mendapatkan disposisi anggaran yang cukup besar di tahun 2018 untuk 1,592 desa sebesar Rp1,2 triliun, sebelumnya pada 2016 hanya sekitar Rp900 miliar yang bersumber dari APBN, bisa kita lihat dari data Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan Atau Rekening Kas Umum Daerah (RKUD),” paparnya.

“Kita juga bisa lihat tahun ini APBN juga mendapatkan income yang besar dari pendapatan fikskal (Pajak) untuk negara, ini artinya tingkat kepercayaan dan kepedulian masyarakat terhadap kewajiban pajak meningkat,” imbuhnya lagi.

Jhonny juga meyakini, dibawah kebijakan Jokowi sebagai presiden, akan mampu membawa Indonesia menjadi bagian dari pemacu ekonomi global, khususnya di Asia Tenggara. Hingga dirasakan oleh negara – negara tetangga.

“Saya ingat Sukarno pernah bilang kepada masyarakat saat berpidato, yang ditulis dalam buku sejarah indonesia, ‘jika kita ingin menjadi sebuah negara yang Maju, Kita harus ikut dan terlibat di dalamnya’. Pesan saya, Mari kita sama-sama awasi program dan kebijakan pemerintah demi percepatan ekonomi dan pembangunan dalam negeri,” pungkasnya.