oleh

Suasana Haru Terlihat Saat Pembongkaran Makam Korban Kapal Pancung di Dumai

Rika istri Muklis terlihat harus dipegang oleh kerabatnya dikarenakan tidak kuasa melihat jasad suaminya bernama Muklis yang merupakan korban dari tenggelamnya speed pancung dari Malaysia menuju pulau Rupat Kabupaten Bengkalis

DUMAI – Suasana haru terjadi di saat pembongkaran makam Mr X di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Margasarana. Keluarga korban yang langsung datang dari Surantiah, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menangis sejadi-jadinya.

Proses pembongkaran makamMR X yang diketahui bernama Muklis tersebut dilaksanakan karena adanya permintaan pihak keluarga yang akan memindahkan jasad tersebut ke kampung halaman, dimana sebelumnya jasad tersebut yang ditemukan di Perairan Rupat Utara, pada Sabtu (24/11/2018) yang lalu.

banner 300x250

Disaat jasad Muklis yang berada di kantong jenazah berwarna orange tersebut diangkat menuju mobil Ambulance RSUD Dumai, tangis istri korban dari tenggelamnya kapal pancung gelap tersebut, pecah.

Raungan tangis perempuan yang merupakan warga Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat tersebut tak kunjung berhenti hingga masuk kedalam mobil pribadi berwarna hitam yang mengangkut dirinya dari kampung halaman bersama keluarga lainnya. 

Terlihat beberapa sanak keluarga yang ikut mendampingi Rika harus memegang wanita yang baru memiliki dua orang anak yang masih kecil tersebut yang tidak kuasa melihat suaminya ikut menjadi korban dalam tragedi di Selat Malaka tersebut.

Yondri salah seorang keluarga dari Muklis yang ada di Dumai menjelaskan, bahwa Rika bersama pihak keluarga mendapatkan informasi dari Polsek Rupat Utara bahwa keluarga yang sempat dilaporkan hilang di Polda Riau telah terindentifikasi.

“Sebelumnya kita mendapatkan informasi dari pemberitaan dari media ada kapal yang membawa orang dari Malaysia tenggelam, setelah itu, rekan korban menelpon istrinya, bahwa Muklis ikut dalam kapal pancung tersebut,” kata Yondri, Rabu (19/12/2018).

Dijelaskannya, dirinya bersama istri korban selama beberapa hari belakang terpaksa harus pulang pergi dari kampung halaman menuju Pekanbaru untuk melihat dan mencari informasi setiap jasad yang berhasil ditemukan oleh Kepolisian dan Basarnas yang berada di perairan Kabupaten Bengkalis.

“Saat itu kita berharap korban yang ditemukan tersebut adalah almarhum,” katanya.

Dijelaskannya juga, Muklis yang berprofesi sebagai tukang bangunan di Malaysia meninggalkan dua orang anak berusia 2 tahun dan 5 tahun.

“Kedua anaknya saat ini ada di kampung halaman di Surantiah, Pesisir Selatan, Sumatera Barat,” katanya mengakhiri.