oleh

BNN Riau Tangkap 53 Pengedar 19,7 Kilo Sabu dan 5.012 Ekstasi

PEKANBARU – Selama tahun 2018, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau menangkap 53 orang dengan barang bukti 19,7 kilogram sabu-sabu, 5.012 butir pil ekstasi serta 6 kilogram ganja. Pengungkapan ini meningkat dari tahun sebelumnya.

“Jumlah itu contoh kecil peredaran gelap narkotika yang berhasil diungkap. Dapat dibayangkan yang belum terungkap, pasti lebih banyak lagi,” kata Kepala BNNP Riau, Brigjen Wahyu Hidayat Senin (31/12/2018).

banner 300x250

Menurut Wahyu, dibanding pada tahun sebelumnya, pengungkapan kasus narkoba jenis sabu-sabu mengalami peningkatan hingga hampir 400 persen.

Sebab, pengungkapan pada 2017 lalu, kasus narkoba jenis sabu yang berhasil diungkap hanya sebanyak 5,1 kilogram, dan tahun ini mencapai 19,7 kilogram.

“Ekstasi juga meningkat, tahun lalu hanua 1.635 butir, tahun ini mencapai 5.012 butir. Sedangkan ganja, tahun lalu hanya 628,97 gram, dan tahun ini meningkat jadi 6 kilogram,” kata Wahyu.

Dijelaskan Wahyu, kasus peredaran gelap narkoba di Provinsi Riau masih menjadi masalah besar. Sinergi seluruh pihak baik BNN dengan Polri, TNI hingga masyarakat, dilakukan untuk terus memberantas peredaran narkoba di wilayah itu pada tahun mendatang.

Riau merupakan wilayah transit favorit peredaran narkoba dari negera luar, indeks penyalahguna narkoba di Riau masih sangat tinggi. Sebab, dari hasil penelitian Puslitdatin BNN bersama dengan Universitas Indonesia, Riau menduduki ranking ke 9 dari 33 Provinsi se Indonesia dalam tingkat prevalensi penyalahguna narkoba.

“Pada 2017 data prevalensi penyalahguna narkotika usia 10-59 tahun di Riau sebesar 1,87 persen dari jumlah populasi empat juta lebih penduduk Riau,” ujarnya. (gs1)