oleh

Bea Cukai Riau Selamatkan Uang Negara dari Rokok tak Bercukai Senilai Rp16,91 Miliar

Suasan konferensi pers Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (BJBC) Riau (foto rizki ganda sitinjak)

PEKANBARU – Pencapaian  yang baik dilakukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (BJBC) Riau selama tahun 2018, termasuk dari penindakan dimana terdapat 318 kasus penindakan. Khusus penindakan terbesar berasal dari cukai rokok senilai Rp16,91 miliar.

banner 300x250

“Kinerja kita sudah melebihi target dibanding tahun lalu. Awalnya target penerimaan yang diberikan Rp 253,105 miliar, tapi pencapaian hingga akhir tahun Rp315,744 miliar, meningkat 124 persen,” kata Kepala Kantor Wilayah DJBC Riau Iyan Rubiyanto kepada GoRiau di kantor DBJP Riau usai ekspos akhir tahun, Kamis (17/1/2019).

Ia menjelaskan dari segi pengawasan, selama 2018 tercatat ada 318 penindakan yang dilakukan DJBC Riau. Barang tersebut terdiri dari 13 kali penindakan komoditi ballpress dengan jumlah 2.090 bal, jika ditotalkan mencapai Rp 6,32 miliar.

“Yang paling banyak itu dari cukai rokok, ada 196 penindakan dengan jumlah 30.337.937 batang dengan total uang Rp 16,91 miliar,” tutup Iyan.

Tidak hanya itu terdapat juga beberapa hasil lainnya yang sangat memuaskan jika dibanding tahun-tahun sebelumnya Diantaranya, bea masuk naik dari target sebesar Rp 182,978 miliar dicapai Rp 204,732 miliar atau meningkat 111,89 persen. 

“Jika dibanding tahun sebelumnya (2017), bea masuk penerimaan sebesar Rp 174,084 miliar, tapi terjadi peningkatan sebesar 17,61 persen,” sebut Iyan.

Dikatakannya Iyan, untuk target bea keluar tahun 2018 sebesar Rp 70,126 miIiar, telah dicapai sebesar Rp110,235 miliar atau turun 157,19 persen.

Terdapat penurunan realisasi bea keluar dibandingkan dengan tahun 2017. Pada tahun 2017 realisasi bea keluar mencapai sebesar Rp 267,039 miliar. 

“Ini mungkin disebabkan adanya boikot dan pengenaan tarif import yang tinggi, diduga menjadi penyebab turunnya realisasi bea keluar,” sambung Iyan. 

Tahun 2018, DJBC mendapatkan penerimaan sebesar Rp776.800.000, dan penerimaan itu didapat dari cukai vape liquid dimana mulai dikenakan cukai sejak 1 Oktober 2018 lalu.