oleh

12,5 Ton Siput Laut Hasil Tangkapan Nelayan di Tanah Merah Inhil Diekspor ke Malaysia

Bupati Indragiri Hilir HM Wardan saat memegang salah satu siput yang akan diekspor ke Malaysia

TEMBILAHAN – 12,5 ton siput laut hasil tangkapan nelayan di Kecamatan Tanah Merah, Inhil, Riau diekspor perdana ke Negeri Jiran Malaysia, Senin (21/1/2019).

Pelepasan ekspor makanan laut yang dikenal masyarakat dengan nama cincinot itu ditandai dengan penekanan sirene yang dilakukan oleh Bupati Indragiri Hilir, HM Wardan.

banner 300x250

Dengan diekspornya hewan molluska yang hidup melimpah di Kabupaten Inhil ini, dikatakan Bupati membawa angin segar untuk peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya pada sektor perikanan.

“Ini adalah kabar baik, angin segar bagi perekonomian masyarakat di tengah terpuruknya harga kelapa kita,” pungkas Bupati.

Bupati berharap, terobosan positif tersebut dapat diikuti oleh komoditas perikanan tangkap lainnya yang sampai saat ini belum terkelola dan terpromosikan secara maksimal.

“Dengan begitu, sektor perikanan bisa menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat. Pengembangan sektor perikanan berpotensi menjadi semakin gencar dan maju,” tutur Bupati.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin menuturkan, sampai saat ini, HNSI terus berupaya agar tingkat kesejahteraan 29 ribu nelayan lokal yang umumnya warga kurang mampu.

“Ekspor perdana siput cincinot pun diharapkan dapat menjadi salah satu jawaban dari upaya kita, selain komoditas ekspor Inhil bernilai ekonomis tinggi lainnya, mulai dari udang, limpa ikan malong dan senohong, udang nenek dan lain sebagainya,” jelas H Said Syarifuddin.

Selain mendorong promosi dan pengelolaan hasil perikanan tangkap, HNSI bersama Pemerintah Kabupaten Inhil pun gencar mensosialisasikan larangan  penangkapan ikan dengan cara-cara yang tak ramah lingkungan, seperti meracun dan menyetrum. (adv/diskominfops)