oleh

Eksepsi Kepala Desa Pembunuh Warga Secara Sadis Ditolak Jaksa

RENGAT – Sidang pembunuhan sadis di Pengadilan Negeri Pelalawan kembali digelar, Kamis (7/2/2019) dengan agenda tanggapan Jaksa Penuntut Umum terhadap eksepsi Kepala Desa Sialang Godang, terdakwa Arianto (38). Dia merupakan inisiator kasus pembunuhan terhadap Daud Hari (56).

Jaksa Penuntut Umum Kejari Pelalawan, Nofwandi dan Martahlius menyampaikan tiga poin di depan majelis hakim, dari puluhan lembar nota pendapat atau tanggapan penuntut umum yang disampaikan.

banner 300x250

Menurut jaksa setelah menelaah dengan seksama eksepsi/keberatan penasehat hukum dalam perkara ini, memohon kepada majelis hakim PN Pelalawan untuk memutuskan dan menetapkan.

“Pertama menolak, seluruh keberatan penasehat hukum terhadap surat dakwaan atas nama Arianto bin Ari bin Salim. Kedua menyatakan, surat dakwaan tersebut adalah benar dan sah, menurut hukum karena telah, memenuhi persyaratan formil maupun persyaratan materil surat dakwaan sebagaimana ditetapkan dalam pasal 143 ayat (2) huruf adan b KUHP. Ketiga, menyatakan melanjutkan pemeriksaan perkara atas nama Arianto dengan dasar surat dakwaan,” kata Nofwandi.

Sementara untuk sidang atas terdakwa Temi yang merupakan Sekretaris Desa Sialang Godang, yang juga otak pembunuhan dan Safri alias Isyaf sebagai eksekutor batal digelar. Sebab, ada saksi yang merupakan seorang dukun yang dihadirkan jaksa tidak datang.

Sidang itu dipimpin Ketua Majelis Hakim Marlinda Aritonang, didampingi dua hakim anggota, Nurrahmi, dan Rahmad Hidayat Batu Bara.

Sidang sebelumnya, tim Penasehat Hukum para terdakwa, Yasmar, Efwa Zennur, Hidayaturrahman, dan Ananda Nurul Umi, meminta majelis hakim untuk membebaskan kliennya, dari tuduhan dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Itu disampaikan saat mengajukan eksepsi kepada hakim.

Karena menurut pengacara terdakwa, dakwaan yang disampaikan JPU tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan di penyidik. Kedua tidak sesuai dengan fakta kronologis dilapangan dan ketiga dakwaan dari JPU tidak jelas, tidak jelas posisi terdakwa sebagai apa.

Bahkan, pengacara terdakwa menilai dakwaan yang tidak disusun secara cermat, jelas dan lengkap tentang delik yang didakwaan yang kabur dan dakwaan yang demikian adalah batal demi hukum.

Kasus ini diungkap Satuan Reserse Kriminal Polres Pelalawan, yang menangkap tiga pelaku pembunuhan Daud Hari (56) yang terjadi pada 10 April lalu.

Ketiga tersangka telah ditahan di sel Mapolres sejak dua pekan lalu. Ketiga tersangka yakni SY (33) alias Isyaf yang merupakan eksekutor pembunuhan korban Daud di Desa Sialang Godang Kecamatan Bandar Petalangan. ‎

SY menghabisi nyawa Daud tidak sendirian, melainkan bersama temannya berinisial S yang saat ini sedang diburu dan dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Mereka megaku dibayar oleh tersangka TS alias Temi (28) yang merupakan Sekretaris Desa Sialang Godang serta AR alias Ari (38), Kepala Desa Sialang Godang. Kedua tersangka merupakan dalang pelaku pembunuhan itu.

Kasus ini termasuk dalam kategori pembunuhan berencana. Perencanaan diawali dari tersangka Temi dan Ari untuk menghilangkan nyawa korban Daud. Kemudian Temi menghubungi tersangka Isyaf dan S untuk memuluskan rencana itu dengan bayaran Rp 20 juta.

Para tersangka akan dikenakan pasal 340 KHUP tentang pembunuhan berencana dan subsider pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Dengan ancaman hukuman penjara minimal 20 penjara maksimal seumur hidup. (gs1)