oleh

Polemik Lomba Mancing Mania, Muzamil Tegaskan LAMR Meranti Tidak Pernah Dilibatkan

Konferensi pers di ruang rapat kantor DPRD Kepulauan Meranti, Senin (4/2/2019) siang

SELATPANJANG – Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin, menegaskan bahwa LAMR tidak pernah dilibatkan oleh  panitia lomba Mancing Mania Nusantara 34 Provinsi di Selat Air Hitam, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

“Mulai dari persiapan, pelaksanaan sampai pembagian hadiah LAM tidak dilibatkan sama sekali dan pihak LMB tidak pernah berkoordinasi tentang pelaksanaan,” kata Muzamil dalam Konferensi Pers yang berlangsung di ruang rapat kantor DPRD Kepulauan Meranti, Senin (4/2/2019) siang.

banner 300x250

Selain ketua LAMR Kepulauan Meranti, Konferensi Pers itu juga dihadiri Sekretaris Umum Majelis Kerapatan Adat, Sudandri Jauzah dan Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Harian Adat, Abdullah.

Menurut keterangan Muzamil pula, kegiatan yang dilaksanakan Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kepulauan Meranti itu juga tidak pernah melibatkan secara institusi maupun pribadi.

“LAMR secara institusi maupun secara pribadi tidak terlibat sama sekali dalam helat tersebut,” ungkap Muzamil.

Persoalan hadiah lomba mancing yang sempat menjadi perbincangan hangat ditengah-tengah masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti berbuntut panjang hingga ke proses hukum.

Jumat (1/2/2019) siang, Safari alias Fahri (pemenang lomba mancing)  didampingi Pj Kades Batang Meranti Zaujar, tokoh masyarakat Sudandri Jauzah dan Kapolsek Tebingtinggi Barat Iptu B Purba SH, serta beberapa rekan lainnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kepulauan Meranti.

Kasus ini berawal dari panitia yang mendiskualifikasi hasil pertandingan setelah ada yang melaporkan ke panitia bahwa ikan yang didapat oleh pemenang bukan hasil pancing, melainkan hasil jaring. 

Padahal saat itu sang pemenang sudah mengakui bahwa ikan itu didapat dengan cara dipancing yang disaksikan langsung oleh teman satu perahu bersamanya, Selamat.

Bahkan dia sudah diangkat sumpah oleh panitia didepan khalayak ramai ketika akan menerima hadiah untuk memastikan tentang kebenaran pemenang hasil lomba pancing saat itu.