oleh

Panen Perdana Padi Organik di Sungai Apit Memuaskan, Hasilnya Capai 6 Ton per Hektar

SIAK SRI INDRAPURA – Budidaya komoditas padi organik di Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak, Riau sangat berkembang pesat. Satu hektar lahan padi IP 200, petani bisa memanen sekitar 5 hingga 6 ton dalam waktu 4 bulan. Bahkan kalau irigasinya lebih bagus hasil panen bisa sampai 8 ton per hektar.

Kemajuan Siak disektor pertanian ini membuat bangga Syamsuar, Bupati Siak dua periode. Hal itu diakuinya saat panen perdana padi musim tanam 2018 di Sungai Apit, Jumat (8/2/2019). Syamsuar mengakui petani di Siak ini sangat mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.

banner 300x250

“Petani sekarang sudah hebat-hebat. Sungai Apit lahan pertanian padi IP 200 sudah mencapai 60 hektar. Mereka lebih memilih bertani padi dari sawit kerena hasilnya lebih cepat dirasakan. Dan ini jelas akan lebih menguntungkan petani,” kata Syamsuar. 

Menurut Syam, Pemkab Siak dan masyarakat harus saling mendukung kemajuan pertanian di Kabupaten Siak ini. “Kalau kelompok tani serius menanam padi, akan kami bantu dengan syarat nantinya tidak ada alih fungsi lahan dari tanam padi menjadi sawit,” sebutnya.

Syamsuar juga mencontohkan keberhasilan petani di Kecamatan Bungaraya. Tak heran kini lahan Pertanian Bungaraya menjadi yang termahal di Riau. Yang mana harganya mencapai Rp400 Juta per hektar. 

“Keberhasilan petani Bungaraya hendaknya menjadi motivasi bagi petani yang ada di Sungai Apit, sehingga nantinya semua petani yang ada di Kabupaten Siak hebat-hebat,” kata Syam lagi.

Sementara itu Kahar,  ketua kelompok tani Sabak Jaya mengatakan sudah lama menantikan saat panen seperti hari ini. Sebelumnya di tahun 2000, panen sempat terkendala musim.

“Alhamdulillah jumlah sawah yang akan di panen saat ini luasnya sudah 67 hektar, dan sekarang sudah masuk ke musim tanam padi untuk yang kedua,” kata Kahar.

Untuk membantu meningkatkan hasil panen, Kahar memohon kepada Pemerintah Daerah memperbaiki infrastruktur yang ada, seperti mempercantik jalan masuk ke sawah dan jalur tali air.

Camat Sungai Apit Wahyudi menambahkan, panen raya ini merupakan buah dari kesabaran kelompok petani di Seliau, karena kerja keras para petani selama ini membuahkan hasil memuaskan. 

“Selain itu, perhatian Pemerintah Daerah juga berperan dalam kesuksesan petani yang ada di Kecamatan Sungai Apit,” kata Wahyudi. 

Meskipun terhitung baru kata dia, sawah di Kecamatan Sungai Apit ini sudah menghasilkan 5-6 ton beras dari varietas padi organik, berbeda dengan padi yang berada di Bungaraya dan Sabak Auh yang memakai pupuk kimia.

Selain memanen padi, dalam kesempatan ini juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat, yang ditaja oleh puskesmas Sungai Apit. Usai melaksanakan panen padi di Kampung Seliau, Bupati Siak bersama rombongan meninjau penangkaran udang di Kampung kayu Ara Permai.