oleh

Hari ke Enam Imlek di Selatpanjang, Cue Lak dengan Arak-arakan Tiga Dewa

Saat berlangsungnya pawai atau arak-arakan Cue Lak di Kota Selatpanjang

SELATPANJANG – Hari keenam menjadi hari imlek paling meriah di Selatpanjang. Dikenal juga dengan istilah cue lak. Ada arak-arakan tiga dewa, yakni Cho Se Kong, Tian Tho Wan Sue dan Lie Loh Chia.

Para dewa ini ditandu beramai-ramai dan singgah di 24 kelenteng untuk sembahyang bersama sai kong atau imam kelenteng sekitar 15 menit.

banner 300x250

Selain itu ada juga arak arakan Barongsai, Reog Ponorogo, tarian naga, dan juga ratusan anak anak yang memakai pakaian adat lengkap dengan berbagai bentuk.

Jalan jalan protokol di Kota Selatpanjang dipenuhi dengan lautan manusia yang mengikuti pawai ritual tersebut atau bahkan ada yang hanya menyaksikan saja.

“Arak-arakan itu pagi. Star dan finishnya di Kelenteng Sejahtera Sakti,” kata Ketua panitia pawai Dewa Cho Se Kong  2570/2019, Tjuan An SH.

Dijelaskan Tjuan An, untuk sistem keamanan yang diterapkan, mereka mempersiapkan mobil Ambulance dilengkapi dengan oksigen serta perawatnya, mobil Pemadam Kebakaran dan lengkap dengan racun apinya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diingini.

Sebagaimana diketahui, kabupaten berjuluk Kota Sagu ini memang memiliki nilai historis bagi warga keturunan Tionghoa. Selatpanjang atau yang dulunya dikenal dengan Pulau Tebingtinggi menjadi tempat terdampar dan pengungsian nenek moyang mereka saat lari dari pemerintahan komunis cina pertengahan abad 19 atau sekitar tanun 1850. 

Saat itu pula ada dua dewa yang sempat dibawa agar tidak dihancurkan komunis, yakni Dewa Cho Se Kong dan Tua Pek Kong. Kini patung dua dewa yang memilki arti khusus bagi warga Tionghoa Meranti itu bersemayam di kelenteng tertua Selatpanjang, Vihara Sejahtera Sakti, Jalan Ahmad Yani Selatpanjang dan akan diarak berkeliling kota setiap tahunnya saat hari keenam imlek.