oleh

Sering Banjir saat Air Pasang, Jalan Nusa Indah Kampung Baru Segera Diperbaiki

Jalan Nusa Indah Kampung Baru

SELATPANJANG – Beberapa petugas Dinas PU mengukur jalan yang berada di Jalan Nusa Indah Kampung Baru Kelurahan Selatan, dimana jalan tersebut sering terjadi banjir karena air pasang, letak jalan pemungkiman warga tersebut sangat dekat dengan sungai dan menjadi kendala bagi masyarakat yang tinggal di lokasi tersebut.

Warga Kampung Baru merasa senang apabila jalan tersebut sudah mendapat perhatian pemerintah setempat, karena selain banjir jalan tersebut juga rusak parah dan memang sudah selayaknya dibangun oleh pemerintah setempat.

banner 300x250

Bertahun masyarakat harus melewati banjir pada bulan-bulan tertentu baik itu siang maupun di malam hari, dan anak-anak saat pulang sekolah harus menyingsingkan lengan celana, begitu juga para warga yang bekerja, efek dari air pasang tersebut berupa barang dan kendaraan warga karatan disebabkan air asin.

Belum lagi, binatang yang berbisa seperti ular dan buaya ditakutkan warga, karena sungai begitu dekat dari rumah warga, otomatis hal tersebut menjadi penghambat segala bidang, bagi warga yang tinggal di Jalan Nusa Indah Ujung Kampung Kelurahan Selatan tersebut terutama saat pergi bekerja harus menunggu air sampai surut.

Saat warga melihat petugas mengukur jalan belum lama ini, otomatis pada tahun 2019 pemerintah sudah menjawab keluh kesah warga kampug baru tersebut.

“Pada musrenbang hari Senin tanggal 11 Februari kemarin untuk rekap tahun 2019 dibaca singkat saja karena terlalu banyak dan menyingkat waktu, dan saya selaku Lurah Selatan sangat berharap agar Jalan Nusa Indah Ujung Kampung Baru segera terealisasi pada tahun 2019 nantinya,” ungkap Lurah Selatan, Hery.

Sementara itu, salah seorang warga Dedi Yuhara Lubis, meminta kepada instansi terkait agar jalan yang telah dilakukan pengukuran baru-baru ini agar segera dilaksanakan pekerjaanya di tahun 2019 ini.

“Karena masyarakat Kampung Baru sangat berharap jalan yang rusak serta banjir tersebut segera diperbaiki,” kata Dedi yang juga merupakan Sekjen PWRI-B Kepulauan Meranti itu. (rls/gun)