Kuansing Banjir, DPRD Riau Usulkan Pembentukan BPBD dan PLTA Lubuk Ambacang

Ilustrasi (Int)

PEKANBARU – Sejumlah desa di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, kembali terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur daerah tersebut pada Selasa (19/2/2019) malam hingga Rabu (20/2/2019) pagi.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Riau dapil Kuansing, Suhardiman Amby mendesak agar DPRD setempat berinsiatif membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) lambat membentuk BPBD kan bisa memakai inisiatif DPRD setempat,” kata politisi Hanura ini di Pekanbaru, Kamis (21/2/2019).

Menurutnya, BPBD sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Apalagi, daerah yang paling rawan banjir adalah Kuansing karena faktor alam seperti penimbunan anak-anak sungai.

Selain pembentukan BPBD, lanjutnya, solusi penanganan banjir lainnya ialah mengatur debit air dengan membangun salah satunya PLTA Lubuk Ambacang.

“Pemkab harus agresif untuk meminta ke pemerintah pusat tentang PLTA. Karena perencanaan PLTA ini sudah matang tapi fisik belum,” jelasnya lagi.

Apalagi, selain bermanfaat sebagai solusi bencana banjir seperti PLTA Koto Panjang Kampar, PLTA Lubuk Ambacang juga bisa memasukkan listrik ke desa-desa.

“Kuansing tidak punya PLTA itu sementara anak sungai ditutup, sungai induk sudah dangkal karena lingkungan yang salah. Makanya PLTA dan BPBD sangat penting,” tandasnya.

Sebelumnya, menurut Camat Kuantan Mudik, Jevrian Afriadi, puluhan rumah terendam banjir. Seperti Desa Pantai dan Lubuk Ramo di Kecamatan Kuantan Mudik. 

Menurut Jevrian, banjir mencapai 1-1,5 meter merendam rumah warga. Akibatnya, ada sebagian masyarakat memilih mengungsi.