
PEKANBARU – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar Training of Trainer (ToT) saksi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 se-Provinsi Riau, Sabtu, (23/2/2019). Pelatihan ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan – kecurangan dalam Pemilu 2019 mendatang ditingkat Tempat Pemilihan Suara (TPS).
Hal itu diungkapkan Plt Ketua DPW PPP Riau Mursini, kepada GoRiau.com disela – sela kegiatan training tersebut. Menurutnya, selama PPP mengikuti Pemilu, tingkat TPS menjadi tingkat paling rawan terjadinya kecurangan – kecurangan.
“Sudah lama PPP mengikuti Pemilu dan kita akui salah satu kelemahan kita adalah ditingkat TPS, seperti suara hilang, sementara suara yang lain bertambah. Berdasarkan evaluasi itu, kita mengambil kebijakan ini dan melakukan pelatihan kepada pelatih untuk menguatkan saksi – saksi dalam menjaga TPS,” ujarnya.
Mursini juga menyebutkan beberapa hal yang menjadikan kerawanan Pemilu ditingkat saksi, diantaranya bujuk rayunya dari oknum – oknum tidak bertanggung jawab, saksi terlalu lama mengambil jam istirahat dan meninggalkan TPS, sehingga member kesempatan kecurangan, dan sebagainya.
“Bisa saja saat Pemilu, saksi kita ini dibujuk atau dirayu agar lalai, diajak makan misalnya, atau mereka meninggalkan TPS untuk jam istirahat, makan siang, dan sholat terlalu lama, sehingga ada kesempatan oknum tertentu untuk curang,” jelasnya.
Sementara itu, Mursini menguraikan ToT ini dihadiri oleh 3 orang dari masing – masing kabupaten/kota di Riau. Dengan demikian terdapat 36 pelatih saksi yang mengikuti ToT, dan dihadiri oleh caleg – caleg dari DPR, DPRD provinsi dan kota.
“Ada 3 orang yang hadir dari 12 masing – masing kabupaten/kota seRiau dan caleg – caleg kita juga ada. Jadi Lembaga Pemenangan Pemilu (LP2) inilah yang memberikan pelatihan kepada pelatih yang akan melatih saksi kita di kotanya masing – masing,” ungkapnya.




