Tahun Ini, UN Tingkat SMP Sederajat di Meranti Diupayakan 100 Persen Berbasis Komputer

Meranti, Riau85 Dilihat
Ilustrasi

SELATPANJANG – Untuk penyelenggaraan UN tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat, tahun 2019 ini seluruh SMP sederajat di Kepulauan Meranti diupayakan menyelenggarakan UN Berbasis Komputer (UNBK).

“Tahun ini, jumlah SMP sederajat di Meranti yang akan melaksanakan UN sebanyak 81 sekolah, terdiri dari 46 SMP dan 35 MTS, atau 3.324 siswa dengan rincian SMP 2.056 dan MTS 1.268 siswa. Insha allah, semuanya akan melaksanakan UN berbasis komputer,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti, Nuriman Khair, melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), Syafrizal SPd, Jumat (8/3/2019).

banner 300x250

Dijelaskan Syafrizal, UN SMP sederajat dilaksanakan 22-25 April 2019 mendatang. Sedangkan Ujian susulan dilaksanakan 4 hari kemudian selama 2 hari, tanggal 29-30 April 2019.

“Sementara untuk ujian paket B, dilaksanakan tanggal 10-13 Mei 2019,” ujarnya.

Melalui berbagai upaya yang dilakukan, termasuk sosialisasi penyelenggaraan UN untuk Kepala SMP sederajat, Syafrizal berharap hasil UN untuk tahun 2019 meningkat.

“Tahun lalu kita berada di peringkat lima dari 12 kabupaten atau kota di Provinsi Riau. Mudah-mudahan tahun 2019 ini, prestasi tersebut meningkat. Target kita tiga besar,” harapnya.

Dari tahun ke tahun momen UN memang selalu menjadi perhatian banyak pihak. Tak hanya pemerintah, melainkan juga orang tua murid serta pihak sekolah.

“Orang tua juga berperan dalam mempersiapkan sang buah hati dengan memberikan dukungan dan motivasi,” kata Kepala SMP 1 Tasik Putripuyu, Ibrahim.

Pihak sekolah sendiri, sambung Ibrahim, berupaya mempersiapkan kegiatan pemantapan kepada siswa melalui aktivitas pendalaman materi, serta pelatihan tata cara ujian.

“Terlebih sistem UNBK. Namun di SMP 1 Tasik Putripuyu, simulasi satu dan dua sudah kita lakukan. Dan, empat mata pelajaran yang akan diujikan, diantaranya Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), kita tambah jam belajarnya,” ungkapnya.