oleh

Guru Sertifikasi Kembali Ancam Gelar Demo Berjilid

Koordinator guru sertifikasi SMP Raja Ira

PEKANBARU – Guru sertifikasi merencanakan kembali menggelar aksi demonstrasi untuk menuntut revisi Perwako Nomor 7 Tahun 2019 pasal 9 ayat 8. Pasalnya, guru sertifikasi merasa kecewa dengan sikap Pemko Pekanbaru yang seolah tidak ingin menyelesaikan masalah Perwako tersebut.

Hal itu dikarenakan Walikota Pekanbaru yang sebelumnya meminta perwakilan guru sertifikasi menemui Kemendagri, KemenPAN, dan Kemendikbud untuk mendapatkan pemahaman terkait regulasi yang menjadi landasan terbentuknya Perwako, yang menegaskan guru sertifikasi tidak dapat menerima tunjangan sertifikasi dan TPP sekaligus. Namun, ketiga kementrian tersebut diklaim perwakilan guru justru memberikan jawaban yang membela guru sertifikasi.

banner 300x250

Oleh karena itu, sepulang dari pertemuan bersama tiga kementrian beberapa waktu lalu, DPRD Kota Pekanbaru menggelar hearing untuk memfasilitasi guru sertifikasi menyampaikan aspirasinya dengan dukungan yang telah didapat kepada Walikota Pekanbaru, Kamis, (4/4/2019). Sayangnya, Walikota Pekanbaru berhalangan hadir.

“Seharusnya Pak Walikota kembali mengundang kami setelah kembali dari kementrian, tapi kami lihat di agenda Pemko, sama sekali tidak ada agenda beliau untuk menemui kami hari ini. Inikan seperti tidak ingin menyelesaikan masalah,” ujar perwakilan guru Raja Ira, saat hearing tersebut.

“Dari kementrian bilangnya tidak masalah, selama APBD mencukupi, bahkan mereka senang gurunya disejahterakan. Lagipula regulasi Permendikbud nomor 10 dan 33 yang dijadikan acuan walikota itu mengatur APBN bukan APBD,” jelasnya.

Oleh karena itu, Raja Ira mengatakan pihaknya akan menggelar aksi lagi Jumat tanggal 5 April 2019 besok. Aksi demonstrasi ini pun akan berlanjut hingga tanggal 11 atau 4 hari kedepannya jika belum ada kata sepakat terkait Perwako ini. Namun, guru sertifikasi menunggu kedatangan Walikota Pekanbaru untuk hadir dalam hearing hari ini hingga pukul 18.00 WIB nanti.

“Tentu kita akan kembali turun kejalan dengan aksi yang lebih besar lagi. Tapi kita tunggu sampai jam 6 sore ini,” jelasnya.

Tidak hanya sampai disitu, apabila kesepakatan terkait Perwako ini tidak juga ada, maka ribuan guru sertifikasi akan menggelar demo akbar dari tanggal 22 – 25 April, serta tidak ikut serta dalam ujian nasional SD dan SMP.