oleh

Pemilihan Kades Akan Dilakukan sebelum Pilpres, Dewan Inhil : Jangan Ganggu Pesta Rakyat dengan Alasan Apapun

TEMBILAHAN-Pemilihan Kepala Desa (Kades) Antar Waktu (PAW) Desa Pabenaan, Kecamatan Keritang, Indragiri Hilir (Inhil), Riau direncanakan akan dilaksanakan tepat seminggu sebelum Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019.

Dengan adanya hal tersebut, Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil pun angkat bicara, seperti yang disampaikan Sekretaris Komisi I DPRD Inhil, Muammar kepada GoRiau.com,!Kamis (4/4/2019), bahwa Komisi I mempertanyakan terkait pelaksanaan PAW tersebut.

banner 300x250

“Kenapa PAW harus dilakasanakan sudah mendekati Pileg dan Pilpres, Seperti tidak ada waktu lain saja,” tanyanya.

Ia pun menambahkan, alasan untuk melakukan pemilihan Kades sebelum Pilpres dan Pileg tidak masuk diakal, apalagi mengingat Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) pun belum disahkan.

Bukan tanpa alasan, dikatakan Muammar, jika pemilihan Kades dilaksanakan sebelum Pemilu, ia mengkhawatirkan akan ada unsur politik dan keamanan.

“Jika sebelum Pileg dan Pilpres ini, kita khawatir ada unsur politik dan keamanan. Intinya jangan mengganggu pesta rakyat inilah, apalagi hanya dengan alasan regulasi Permendagri,” cetusnya.

Dikatakannya, saat ini yang harus dipikirkan adalah bagaimana Pileg dan Pilpres berjalan aman, kondisi masyatakat nyaman saat mencoblos dan tidak ada yang Golput.

“Jika nanti terjadi ribut-ribut sampai Pemilu, siapa yang bertanggung jawab. Dipikirkan panjang-panjang sebelum ambil keputusan. Untuk itu kami minta Pemkab untuk membuat surat kepada Pemerintah Desa Pebenaan untuk menunda pelaksanaan PAW Pilkades hingga Pilpres selesai,” tukas Muammar.

Menanggapi persoalan itu, Sekretaris Dinas Pemerintahan dan Masyarakat Desa (PMD) Inhil, Budi N Pamungkas menerangkan bahwa pihaknya telah meminta agar pelaksanaan PAW Kades tersbut dilaksanakan setelah Pilpres.

Namun demikian, dikatakannya, pihak panitia, BPD serta Kecamatan telah menyepakati melaksanakannya sebelum Pileg dan Pilpres.

“Sudah kita sarankan untuk pelaksanaanya setelah Pileg dan Pilpres, tetapi hasil kesepakatan panitia dan BPD tetap ingin melaksanakannya sebelum pemilu ini,” terang Budi. (ayu)