oleh

Bangun Generasi Milenial Yang Berkarakter, LMK Adakan Goes To School Di SMPN 2 Bengkalis

Bengkalis, (Inforiau.ID)-Dengan mengangkat tema “Membangun Generasai Milenial Yang Berkarakter” Lembaga Lingkar Muda Kreatif (LMK) goes to SMPN 2 Bengkalis, Sabtu(3/8).

Sekolah yang beralamat di jalan Kelapapati tengah tersebut menjadi tujuan LMK goes to school yang ke 3 setelah SMPN 1 Bantan dan SMPN 4 Bengkalis. Kegiatan yang diisi dengan sharing tentang dampak bullying dan kecanduan gadget.

banner 300x250

Dalam sambutannya Kepala SMPN 2 Bengkalis mengungkapakan terima kasih kepada LMK yang mau berbagi dan mengeduksi kepada siswa siswi SMPN 2 Bengkalis. Saat ini banyak sekali kasus-kasus bully yang terjadi disekolah, sehingga perlu kiranya untuk memberikan pembelajaran kepada siswa untuk tidak melakukan bully di sekolah.

“ucapan terima kasih saya sampaikan mewakili SMPN 2 Bengkalis kepada pengurus LMK yang telah berkunjung di sekolah kami” ungkap Tukimin,S.Pd., M.Pd

Iya juga berpesan kepada pengurus LMK untuk menjadi pemuda kreatif dalam membangun negeri ini, saat ini Bengkalis sudah menjadi lintasan barang haram (Narkoba), oleh sebab itu saat ini dibutuhkan anak muda yang mau berbuat terkhusus untuk negeri Bengkalis ini.

“jadilah pemuda yang kreatif dalam membangun negeri”lanjutnya.

Ketua LMK M.Kurnia Putra juga menyampaiakn terima kasih kepada pihak sekolah yang telah menerima dan memfasilitasi kegiatan LMK goes to school di SMPN 2 Bengkalis. Kegiatan ini kami lakukan karena kami peduli terhadap generasi saat ini yang sudah sebagian besar tercandu terhadap gadget.

“ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepad pighak sekolah yang telah menerima kami untuk melakukan kegiatan ini di SMPN 2 Bengkalis”Jelas Tata

Pemuda kelahiran 1996 ini berharap kedepanya adanya peraturan tentang pembatasan pengunaan gadget untuk anak-anak, karena melihat fenomena saat ini banyak anak-anak yang bermain gadget terus menerus. Mereka tersebut sudah pandai bermain game online, sehingga sedikit banyak ini mempengaruhi aktivitas social seperti belajar.

“banyak anak-anak yang sudah memiliki gadget sendiri dan cukup pandai bermain game online”Tutup alumni UIN Jakarta 2019. (Ando)