oleh

Menpar Arief Yahya Yakin Gubri Syamsuar Komitmen Tentang Pariwisata di Riau

KUANTAN SINGINGI – Provinsi Riau saat ini memiliki tiga event besar yang masuk dalam kalender event nasional, yaitu Tour de Siak (Kabupaten Siak), Bakar Tongkang (Kabupaten Rokan Hilir) dan Bono (Kabupaten Pelalawan). Menteri Pariwisata (Menpar) RI Arief Yahya yakin Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar komitmen terhadap pariwisata di Provinsi Riau.

Dikatakan Menpar kepada GoRiau.com, sebuah event di Provinsi Riau jika ingin masuk kalender event nasional harus ada kretifitas dan konsistensi, serta keuntungan komersial.

banner 300x250

“Event yang masuk kalender event nasional tidak boleh ditonton sendiri, karena ini pariwisata,” kata Arief, Rabu (21/8/2019).

Menurut Arief, pariwisata tidak hanya orang, tapi uang yang berputar juga jadi sebuah pengaruh. Saat ini yang menjadi masalah jarak dari sebuah kota ke lokasi event yang jauh selalu jadi permasalahan.

“Tapi saya berikan saran. Kalau keuntungan komersilnya mau tinggi, gunakanlah media. Karena promosi tidak hanya di daerah sendiri, karena masyarakat sudah tahu akan ada event. Tapi bagaimana menggunakan media digital,” ujar Arief.

Bagi Arief, kabupaten dan kota disekitar daerah di Provinsi Riau, serta negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura diberitahukan dahulu. Kalau hal ini bisa diterapkan, maka sebuah event akan bisa masuk kalender event nasional.

“Sekarang ini yang masuk kalender event nasional di Provinsi Riau ada tiga, yaitu Bakar Tongkang, Bono dan Tour de Siak. Contohnya, event Bakar Tongkang banyak wisatawan mancanegara yang datang dan terdata. Karena kalau orang pariwisata dihitung orang dan uangnya,” ungkap Arief Yahya.

Syamsuar mengatakan, bahwa Pemerintah Provinsi Riau siap mendukung event besar yang ada di kabupaten dan kota. Ia pun berharap, Festival Pacu Jalur tidak lagi skala nasional, tapi bagaimana bisa menjadi event International.

“Kita sangat mendukung perkembangan pariwisata di Riau. Tentunya, dukungan ini harus disambut oleh pemerintah daerah. Gunakan generasi milenial untuk membantu promosi daerah dan pariwisata,” jelas Syamsuar.