Ada Infeksi di Paru, Bayi Usia 42 Hari di Minas Meninggal dan Dinyatakan PDP Covid-19

banner 468x60

SIAK – Baru 42 hari lahir ke dunia, bayi di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau yang ditetapkan sebagai pasien dalam pemantauan (PDP) Covid-19 meninggal dunia pada Jumat (17/4/2020) lalu.

Wakil Kepala Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Siak, Budhi Yuwono mengatakan bayi tersebut sebelum meninggal sempat mendapatkan perawatan medis di RS Eka Hospital Pekanbaru.

banner 400x400

“Dari keterangan orangtuanya, bayi ini tidak ada riwayat keluar daerah terjangkit Covid-19 dan kontak dengan orang lain. Begitu juga dengan orangtua dan anggota keluarga terdekatnya. Namun saat pemeriksaan sebelum meninggal ada infeksi di paru-paru bayi tersebut,” kata Budhi kepada GoRiau.com, Rabu (22/4/2020).

Meski belum ada hasil swab yang menyatakan bayi tersebut positif Covid-19, kata Budhi lagi, orang tua serta keluarga yang pernah kontak dengan bayi yang masih keluarga besar Polri ini melakukan isolasi mandiri.

“Bayi itu saat lahir sehat, karena sakit dirawat di rumah sakit. Meski hasil pemeriksaan sebelum meninggal ada infeksi di paru-paru bayi itu, namun rapid tesnya negatif. Hasil uji swab belum keluar, dan keluarga saat ini sudah melakukan isolasi mandiri,” tutur Budhi.

Asisten I Setdakab Siak ini juga menjelaskan saat ini berdasarkan data sudah ada 26 orang warga Siak yang berstatus PDP. Dari angka tersebut, 5 orang meninggal dunia, 15 orang dirawat di rumah sakit dan 7 orang dinyatakan sembuh.

“5 orang yang meninggal ini 2 orang diantaranya warga Kecamatan Siak, 1 Kecamatan Dayun, 1 Kecamatan Tualang dan 1 Kecamatan Minas. Untuk jenis kelamin 2 orang perempuan dan 3 orang laki-laki,” kata Budhi.

Kembali Budhi menjelaskan, Rabu (22/4/2020) satu orang PDP perempuan berinisial B dengan usia 55 tahun dari Kecamatan Dayun meninggal dan dimakamnya sesuai protokol kesehatan Covid-19.

“Pasien ini 2 hari yang lalu masuk ke RSUD Siak dengan gejala struk yang kemudian pasien merasakan sakit di tenggorokan saat diobservasi. Ia sempat diraway di ruang isolasi Tengku Rafian meski hasil rapid tesnya negatif,” ujar Budhi.

Untuk hasil tes swab kelima pasien dalam pemantauan yang sudah meninggal ini belum keluar. “Baru 1 orang warga Kandis Siak yang dinyatakan positif Corona berdasarkan hasil swab,” katanya. (adv)

banner 970x250