Warga Pekanbaru Sebut Pemko Pekanbaru ‘Berbohong’ Terkait Pemberian Bantuan Sembako

PEKANBARU – Setelah muncul seorang ibu rumah tangga dengan tiga orang anak di RT 05/RW 07, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, yang berani mempertanyakan pendataan sembako namun tidak kunjung tiba, ramai-ramai penggunaan media sosial Facebook mengatakan pemberian sembako yang dijanjikan Pemko Pekanbaru adalah bohong.

Seperti yang diungkapkan oleh akun Facebook Hamano Wondahi dalam berita GoRiau.com yang di posting di Facebook, mengatakan bantuan yang dijanjikan Pemko Pekanbaru adalah bohong, “Bantuannya semua bohong…. kami aja sudah 2 bulan di data, dan rt minta foto copy kk, sampai hari ini tak kunjung datang,”.

Saat dikonfirmasi langsung melalui pesan WhatsApp, Hamono yang mengaku tinggal di RT 03/RW 03, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, ini mengaku sudah satu bulan didata oleh RT setempat, namun hingga saat ini dirinya belum juga mendapatkan sembako itu.

“Sekitar satu bulan lalu kami diminta data oleh RT katanya untuk menerima sembako, kami disini memang banyak yang belum dapat. Jadi kami hanya mau bertanya, apakah kami masih akan diberikan sembakonya?. Kami disini rata-rata kerja kuli bangunan, saya sendiri sudah satu bulan ga kerja semenjak diberlakukan PSBB itu,” ungkap Hamono kepada GoRiau.com, Sabtu (9/5/2020) siang.

Lalu ada juga komentar akun bernama Engria Novi di “Percuma di data,,ngak ada gunanya,,,,,toh ngak pernah sampai ke masyarakat yg benar” mmebutuhkan,,,,,malah di daerah saya cuma 2 keluarga aja yg dapat,,lebihnya zonk,,,,yg dpt malah keluarga yg mampu lagi,”.

Kemudian komentar tersebut direspon oleh akun Siti Zubaidah yang mengatakan hal serupa, “Engria Novi betul, di kelurahan rejosari juga begitu, ramai2 warga mengumpulkan fotocopy kk, sekian lama menunggu ternyata yg dapat cuma 2 kk di 1 RT,” ujarnya.

Terakhir akun Shaterhan Kute juga ikut berkomentar yang mengatakan bantuan pemerintah bagaikan virus Corona yang tak kelihatan.

“Bantuan pemerintah ibarat virus corona…
Terdengar di berita, tapi ga kelihatan wujudnya,” ujar Shaterhan.

Untuk diketahui postingan tersebut baru saja diterbitkan sekitar 1 jam di akun Facebook GoRiau.com, namun sudah banyak masyarakat yang berkomentar kritik mengatakan Pemko Pekanbaru berbohong mengenai bantuan sembako.