Klarifikasi Dwi Pemuda yang Diduga Melakukan Intimidasi Terhadap Wartawan Online di Pelalawan

PANGKALAN KERINCI – Dwi Surya Pamungkas seorang pemuda yang diduga melakukan intimidasi kepada seorang wartawan di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Pemberitaan media dinilai sepihak dan tidak mengedepankan profesionalisme dalam pemberitaan. Menurutnya media seharusnya mengkonfirmasi dan mengklarifikasi.

Melalui rilisnya ia menjelaskan, tidak benar dirinya melakukan pengancaman dan intimidasi terhadap Febri Sugiono salah seorang wartawan online di Pelalawan.

“Perihal kedatangan saya ke rumah saudara wartawan Febri Sugiono tidak ada niat untuk mengancam dan intimidasi,” kata Dwi, Sabtu (9/5/2020).

Namun kata dia, dirinya bermaksud ingin memberikan koreksi atas pemberitaan dan menanyakan hasil pertemuan Febri dengan orangtuanya yang sudah berjumpa sebelumnya terkait pemberitaan media online yang dipegang Febri Sugiono.

“Saya datang ke rumah saudara Febri secara spontan karena saya baru pulang dari Inhu dan melihat pemberitaan yang dibuat Febri. Kedatangan ini bukanlah untuk melakukan intimidasi, karena saya merasa saudara Febri sebelumnya sudah saya kenal dan dianggap sebagai abang saya sendiri, karena itu saya memberanikan diri mendatangi rumah beliau,” jelas Dwi.

Kedatangannya ke rumah Febri juga, kata Dwi, dengan mengetuk pintu dan mengucapkan salam terlebih dahulu. “Ketika itu ada suara perempuan yang membuka jendela lalu menanyakan ada apa dan saya jawab ada bang Febri,” ujgkapnya.

Dilanjutkan Dwi, tidak berselang lama Febri keluar dan merekam dari balik jendela. “Saya melihat itu dan saya menanyakan kenapa abang rekam, lalu saya mengajak saudara Febri untuk berbicara baik-baik di luar rumah,” katanya.

Namun sebelum Febri keluar, kata Dwi lagi, datang seorang warga menyakan ada apa. “Berselang itu langsung saudara Febri menghampiri saya, lalu saya menanyakan apa hasil pembahasan setelah jumpa dengan orangtua saya sebelumnya dan memberikan koreksi atas berita tersebut. Dan berselang itu datang tetangga yang menasehati perihal kedatangan saya dan saya jawab sebelumnya saya minta maaf atas kedatangan tanpa konfirmasi,” jelasnya.

Ditegaskan Dwi, bahwa kedatangan dirinya ke rumah Febri tidak ada mengancam ataupun mengintimidasi, hanya ingin memberikam koreksi atas pemberitaan orangtuanya.

“Setelah beberapa menit berbicara dengan Febri dan dua orang tetangganya, saya langsung pamit pulang dan bersalaman,” tandasnya. (Rilis) *