Kondisi Terkini PDP Positif Covid-19 yang Diisolasi di RSUD Kepulauan Meranti

SELATPANJANG – Setelah dinyatakan positif virus Corona atau Covid-19, Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang saat ini di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti dalam kondisi membaik.

Sebagaimana disampaikan Jurubicara Covid-19 Kepulauan Meranti, Muhammad Fachri Skm, bahwa kondisi terkini pasien membaik dan masih menjalani perawatan di rumah sakit, terhadap PDP positif Corona tersebut dilakukan isolasi secara ketat.

“Keadaan pasien tersebut dalam kondisi baik, kemudian yang lain tetap dilakukan isolasi mandiri dan tetap kita pantau,” ujar Fachri, Rabu (13/5/2020) malam.

Dijelaskan Fachri, awalnya ada tiga PDP yang diisolasi di RSUD Kepulauan Meranti, hal itu dikarenakan mereka terindikasi terjangkit virus Corona setelah pulang dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al-fatah Temboro, Magetan, Surabaya, Jawa Timur, dan sejumlah santri pesantren tersebut juga banyak yang positif Corona.

“Awalnya ada tiga orang yang kita lakukan isolasi, satunya sudah kita perbolehkan pulang karena kondisi semakin baik. Kemudian satunya lagi positif Covid-19, sementara masih ada satu orang lagi menunggu hasil swab keluar,” jelasnya.

Sementara itu, untuk tracing atau kontak langsung dengan PDP tersebut telah dilakukan Rapid Test dan hasilnya masih negatif atau belum ada yang ditemukan positif dari Rapid Test tersebut, namun menyusulkan adanya yang positif maka tim gugus tugas kembali melakukan tracing.

“Sebagian sudah diperiksa dan hasilnya masih negatif. Untuk pihak keluarga pasien sudah di tracing dan tetap diisolasi mandiri,” ungkapnya.

Dibeberkan Fachri, bahwa pasien merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG), dan pihaknya mendapat informasi dari Kabupaten Inhil, Bengkalis dan Dumai, terus dari provinsi juga telah mengintruksikan kepada kepala daerah untuk melakukan tracing terhadap klaster magetan tersebut karena ada yang positif Covid-19.

“Setelah mendapat informasi itu kita telusuri yang klaster Magetan ini. Kita jumpai ada 12 orang yang tersebar di Kecamatan Tebingtinggi dan Tasik Putripuyu (Desa Bandul). Setelah di Rapid Test, dua positif dan satu negatif, namun Cityscanthorax ditemukan gejala di paru-paru. Selanjutnya setelah hasil tes swab keluar satu pasien dinyatakan negatif, kemudian satu pasien warga Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putripuyu berinisial IA berusia 19 tahun positif Covid-19, sementara satunya lagi masih menunggu hasil swab,” pungkasnya.