oleh

Din Syamsuddin: Salat Jamaah di Masjid Dilarang, tapi Orang Dibiarkan Menumpuk di Bandara

JAKARTA – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin meminta Pemerintah melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara konsekuen.

Menurut Din, aturan tentang PSBB harus memperhatikan prinsip keadilan. Jangan sampai umat Islam dilarang salat berjamaah di masjid, tetapi bandara dibiarkan ramai.

banner 300x250

“Kepada Pemerintah untuk melaksanakan secara konsekuen peraturannya sendiri tentang PSBB, yakni dengan tidak mengizinkan kegiatan-kegiatan yang mendorong orang berkerumun di tempat-tempat umum,” ucap Din melalui keterangan tertulisnya kepada Okezone, Selasa (19/5/2020).

“Peraturan tersebut perlu dilaksanakan secara berkeadilan, jangan melarang umat Islam salat jamaah di masjid tapi mengizinkan orang banyak menumpuk di bandara dan tempat keramaian lain,” tambah dia.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu juga meminta Pemerintah bersimpati dengan penderitaan rakyat yang sedang susah karena mengganggur, sementara bantuan sosial tidak terbagi secara merata.

Foto: Istimewa

“Mengapa pada saat demikian Pemerintah justru mempelopori acara, seperti konser musik yang tidak memperhatikan protokol kesehatan, dan terkesan bergembira di atas penderitaan rakyat,” tandasnya.

“Bukankah sebaiknya dalam keadaan penuh keprihatinan, kita semua meningkatkan doa dan munajat ke hadirat Sang Pencipta, Allah SWT, sesuai dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab?” tanya Din.

Baca juga: Pandemi Virus Corona di Dunia: 4.801.282 Positif, 318.465 Meninggal, 1.786.829 Sembuh

Din berpesan kepada segenap rakyat Indonesia, khususnya umat Islam, agar tetap mematuhi anjuran para ahli kesehatan untuk menjaga jarak (physical distancing), serta menghindari kerumunan yang dapat mendorong penularan Covid-19.

Sementara itu, Din juga berpesan pada umat Islam agar tetap konsisten menaati fatwa MUI untuk sementara waktu mengalihkan salat berjamaah, termasuk Salat Idul Fitri, ke rumah masing-masing.

“Tidak perlu ada yang ‘membalas dendam’ terhadap ketidakadilan Pemerintah tersebut dengan keinginan berkumpul di masjid-masjid, sebagaimana yang banyak beredar di media sosial atau bertanya langsung,” tuturnya.

Din berujar, umat Islam sebagai warga negara yang baik, harus selalu menampilkan teladan yang baik atau qudwah hasanah. Umat Islam diminta dapat menahan hawa nafsu untuk tidak terjebak dalam kesesatan.

“Kepada umat Islam agar pada hari-hari akhir Ramadan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, berdoa ke hadirat-Nya untuk melimpahkan ma’unah-Nya atas Bangsa Indonesia sehingga terbebas dari wabah corona, dan dari marabahaya dan malapetaka,” pungkasnya.

(qlh)

Sumber : okezone.com