oleh

Tenaga Pendamping PKH Gelar Rapat Mengenai Miskomunikasi Warga KPM Labuhan Tangga Besar

BAGANSIAPIAPI – Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kemensos RI Kecamatan Bangko Rohil Riau, Siswandi, Rabu (20/5/2020) menyebutkan, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan Keluarga Penerina Manfaat (KPM) di Kepenghuluan Labuhan Tangga Besar, Selasa (19/5/2020) kemaren.

Pertemuan dihadiri Zaiful Alam Jaya, Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana, Dinas Sosial Rohil, Kusril SP Koordinator PKH Kabupaten Rohil, Hasanudin Penghulu Labuhan Tangga Besar dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) membahas miskumunikasi seorang warga setempat .

Dijelaskan Siswandi didampingi Endang Novila Sari, tenaga pendamping PKH Kepenghuluan Labuhan Tangga Besar, miskomunikasi tersebut sudah diselesaikan dalam rapat setelah warga mendengarkan penjelasan petugas PKH dari kabupaten dan kecamatan.

“Benar, Selasa (19/5/2020) kemaren dilaksanakan rapat antara tenaga pendamping PKH dengan KPM, dan rapat berjalan baik dan terselesaikan dengan baik,” ucap Siswandi didampingi Fitra SSos dan Endang Novila Sari Rabu (20/5/2020) di Bagansiapiapi.

“Jelas,sudah di klarifikasi, tugas kami sebagai pendamping, soal kartu,PIN di pegang pemiliknya,” Ucap Siswandi sehingga dalam pertemuan tenaga pendamping PKH dengan penerima Keluarga Penerina Mamfaat (KPM) berjalan lancar.

Sementara itu, Ijah, seorang Ketua Kelompok PKH Labuhan Tangga Besar menyebutkan, selama ini pendamping PKH Desa sudah optimal bekerja dan profosional. “Intinya miskomunikasi tercairkan, tidak seperti tudingan tersebut,” aku Ijah.

Sebelumnya, Yani mengeluhkan kinerja Pendamping PKH Labuhan Tangga Besar sehingga berujung dengan rapat tenaga pendamping PKH, Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Kordinator PKH Kabupaten, Koordinator PKH Kecamatan dan Kepenghuluan di Labuhan Tangga Besar.

“Tudingan kepada pendamping miskomunikasi saja, masyarakat berterima kasih kepada pendamping yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik selama ini,” aku Kusril, Koordinator PKH Rokan Hilir.

Sementara itu Endang Novila Sari mengaku hanya mengambil hikmah dalam hal tersebut dan merupakan pengabdian tugas di tengah-tengah di masyarakat .

“Saya paham kondisi ibu itu (Yani), saya tetap optimal menjalankan tugas ini,” ucap Endang dan meminta warga jika ada masalah agar PKM menanyakan dan berkomunikasi dengan dirinya agar tidak bias kemana-mana dan tidak mengambang persoalanya.

“Ada hal apapun yang mau ditanyakan, hubungi dan jumpai kami, kita siap menerima dan mendiskusikanya,” Ucap tenaga pendamping PKH ini.