oleh

Lusa Lebaran, Bupati Siak Imbau Warga Salat Idul Fitri di Rumah Saja

SIAK – Bertambahnya warga positif Covid-19 di wilayah Kabupaten Siak, membuat Bupati Siak Alfedri khawatir jumlahnya terus meningkat. Untuk itu ia mengimbau kepada warganya yang muslim untuk dapat melaksanakan ibadah dan salat Idul Fitri 1441 Hijriah di rumah saja.

Hal itu harus disampaikannya dengan tegas kepada masyarakat di Kecamatan Koto Gasib meskipun sangat bertolak belakang dengan hati kecilnya yang sangat rindu melaksanakan ibadah di masjid secara berjamaah.

banner 300x250

“Hari Minggu nanti, kita umat muslim merayakan hari kemenangan. Hari yang tepat untuk bersilaturrahmi ini akan sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, karena wabah Covid-19 masih saja menghantui kita. Untuk itu kami sangat mengharapkan agar masyarakat dapat beribadah di rumah saja, termasuk salat Idul Fitri,” kata Alfedri dengan suara terbata-bata saat menyerahkan bantuan sembako kepada warga kecamatan Koto Gasib bantuan PT RAPP, di Aula kantor Camat, Jum’at (22/05/2020).

Imbauan itu disampaikannya untuk memutus mata rantai Covid-19 ini di wilayah Kabupaten Siak serta membantu kerja tenaga medis yang sudah lelah bekerja siang malam serta bertaruh nyawa merawat pasien Covid-19 ini.

“Kami bukan berarti melarang masyarakat untuk beribadah di Mesjid, tapi ini murni upaya kami untuk menyelamatkan nyawa kita semua dan menghindari warga terpapar wabah Covid 19. Lebih kasian lagi petugas medis, mereka juga rentan tertular Virus ini, mereka punya anak dan istri, mereka rindu untuk berkumpul bersama keluarga. Segitu beratnya tugas mereka, sementara warga tak taat dengan imbauan pemerintah,” tegasnya.

Melalui kesempatan itu Alfedri juga mengingatkan seluruh komponen masyarakat, agar mematuhi himbauan dan larangan pemerintah terkait penanganan Covid 19 di kabupaten Siak.

“ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah, Medis, Polisi dan TNI tetapi Penanganan wabah ini, juga tanggung jawab kita bersama. Dibutuhkan dukungan semua komponen termasuk masyarakat,”himbaunya.

Menurut suami Rasidah ini, memang Kabupaten Siak ini bila dibandingkan daerah lain kasus korban pamdeminya yang positif memang sedikit. Namun lantaran Kabupaten Siak berada di tengah-tengah kabupaten/kota Zona merah yaitu Kampar, Pekanbaru, Pelalawan, Bengkalis dan Dumai maka kondisi inilah yang mengharuskan Kabupaten Siak ini diterapkan PSBB.

“Siak di tengah-tengah berada di lintasan maka siapapun yang ingin datang dan pergi dari daerah sekeliling Kabupaten Siak ini mereka pasti melalui wilayah Kabupaten Siak, inilah kenapa Siak juga di PSBB, kita tidak mau dilakukan PSBB korban malah bertambah,” terangnya.

Oleh karenanya, tambah Alfedri masyarakat dan kita semua di Kabupaten Siak ini meski disiplin untuk menjaga dan bertindak dalam rangka memutus mata rantai virus carona ini dengan salah satu cara mentaati protokol kesehatan seperti Phisical Distancing, keluar rumah memakai masker, jika tidak penting jangan keluar rumah serta menjaga kebersihan lingkungan.adv