oleh

Kebun Sawitnya Tak Lagi Produktif, Musbihin Petani Dayun Beralih Tanam Jeruk Manis

SIAK – Perlahan banyak petani sawit yang beralih menanam buah-buahan setelah sawit di kebunnya tidak lagi produktif seperti dulu. Seperti yang dilakukan Petani di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau, Musbihin.

Kebun sawitnya di Kampung Buana Makmur kini dipenuhi tanaman jeruk manis. Dengan kegigihan dan keuletannya sejak 3 tahun lalu, kini Musbihin dapat menikmati hasil buah jeruk.

banner 300x250

Camat Dayun Novendra Kasmara bersama Ketua TP PKK kecamatan Dayun Ermalisa Natalia kagum saat mengunjungi kebun sawit seluas 7.000 meter persegi yang kini ditanami jeruk manis.

“Kami melihat kegigihan petani di Dayun ini, mereka tidak putus asa dengan hasil kebun sawit yang tidak produktif seperti biasanya,” kata Novendra, Minggu (7/6/2020) kepada GoRiau.com.

Camat memuji kegigihan Petani Musbihin yang langsung mengambil peluang lain untuk menanam jenis buah jeruk.

Tentunya, sebelum mulai menanam jeruk manis, Musbihin sudah mempelajarinya dengan baik, mulai dari kondisi tanah dan cuaca di wilayahnya. Hingga ia yakin mendapatkan hasil yang menjanjikan.

“Kita sangat mensupport dan akan menindaklanjuti apa yang diperlukan Musbihin untuk meningkatkan produksi jeruk manisnya,” ujar Novendra.

Diakui Camat, kelapa Sawit juga menjadi komoditas utama di daerah berjuluk Negeri Istana ini. Mulai dari masyarakat hingga perusahaan menanamnya.

“Sejauh mata memandang pohon Kelapa Sawit yang bakal terlihat. Tetapi banyak juga masyarakat yang menanam buah-buahan di sekitar kebun sawitnya, seperti menanam semangka, jambu madu dan lainnya,” sebut Camat.

Dulunya pohon sawit yang sudah tidak produktif lagi sering dibakar untuk ditanam kembali dengan yang baru. Bahkan dulunya, sampah sawit ditelantarkan lalu dibakar dan lahan akan menganggur dalam waktu tertentu.

“Begitu juga ketika sawit baru ditanam, maka akan menunggu waktu juga sekitar tiga tahun agar bisa dipanen. Cara-cara seperti yang dilakukan petani Dayun ini sudah tepat dan memiliki nilai ekonomi yang tepat,” imbuhnya.