PEKANBARU – Pasien positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Riau didominasi dari kasus OTG (Orang Tanpa Gejala). Akibatnya membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau harus ekstra kerja keras dalam melakukan pemantauan dan memutus rantai penyebaran Covid-19.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliana Nazir saat dihubungi GoRiau.com, Selasa (9/6/2020). Salah satu contoh kasus orang tanpa gejala pada umumnya anak remaja dari Kluster Santri Magetan dan pasien 118 berinisial HW (46).
“Mereka ini tidak mengalami gejala-gejala Covid-19, seperti batuk, pilek, dan demam tinggi. Mereka ini diketahui positif Covid-19, setelah melakukan uji laboratorium melalui swab,” kata Mimi.
Mimi mengatakan, pentingnya dilakukan uji swab untuk mengetahui secara pasti apakah seseorang itu benar positif atau negatif Covid-19, setelah melakukan rapid test. Sebab seseorang yang melakukan rapid test dan hasilnya reaktif Covid-19, bisa setelah dilakukan swab minimal dua kali hasilnya negatif.
“Begitu juga sebaliknya. Bisa saja yang rapid test hasilnya negatif setelah dilakukan swab beberapa kali hasilnya positif Covid-19,” ungkap Mimi.
Mimi juga menjelaskan, Senin (9/6/2020), ada penambahan dua pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh, yaitu S (46) warga Kabupaten Bengkalis dan AT (23) warga Kabupaten Pelalawan.
“Kita juga mengimbau kepada masyarakat tetap tenang dan tingkatkan kewaspadaan. Lakukan pembatasan fisik (physical distancing). Walaupun tidak sakit, belum tentu orang yang kita temui itu negatif Covid-19 dan tidak menyebarkan virusnya. Keluar rumah gunakan masker dan rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” jelasnya.




