oleh

SMA Cendana Duri Sudah Terapkan New Normal, Setiap Orang Masuk ke Sekolah Wajib Cek Suhu Tubuh

DURI – Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta Cendana Duri sudah siap menerapkan New Normal di lingkungan sekolah. Setiap orang yang datang ke sekolah hanya bisa masuk lewat pintu pagar depan. Pintu ini juga yang akan dilewati orang jika keluar dari sekolah.

Orang yang datang juga tidak bisa masuk dengan bebas. Di pintu gebang, orang harus menggunakan masker serta menjaga jarak dengan orang yang akan memeriksa suhu tubuhnya menggunakan termogun.

banner 300x250

Begitu juga dengan orang lain yang secara bersamaan ingin masuk, jaraknya tetap 1 meter dengan yang di depan. Setelah melewati pengecekan suhu, orang atau tamu disarankan mencuci tangan menggunakan sabun dan air.

Kepala SMA Cendana, Dra Wiselmi mengatakan penerapan new normal ini sudah dilakukan lebih awal di lingkungan sekolah meski pemerintah membuat kebijakan khusus terkait hal itu untuk di lingkungan sekolah.

“Jadi sebenarnya sebelum pandemi Covid-19 ini, cukup banyak anak-anak yang menggunakan masker serta selalu mencuci tangan untuk menjaga kebersihan selama di sekolah. Namun sekarang kita coba menerapkan sesuai protokol kesehatan, kita mulai dari Guru dan pegawai sekolah. Karena siswa hingga kini belum masuk sekolah,” kata Wiselmi kepada GoRiau.com, Senin (15/6/2020).

Saat ini, kata Wiselmi, guru dan karyawan SMA Cendana yang beraktifitas di dalam ruangan juga harus menjaga jarak atau yang dikenal dengan istilah physical distancing. Masing-masing juga harus menggunakan sarung tangan, faceshield atau pelindung wajah selama bekerja.

“Jadi sekarang ini kita harus menerapkan gaya hidup baru sesuai dengan protokol kesehatan agar kita semua terhindar dari penyebaran virus Corona. Hampir di setiap ruangan juga disediakan handsntizer yang diracik oleh guru Kimia SMA Cendana, Rahmi Rissa,” kata Wiselmi didampingi Wakil Kesiswaan, Drs H Albohari.

Saat kegiatan belajar mengajar aktif kembali, kata Wiselmi didampingi Wakil Kepala Sekolah Zulfayanti, seluruh siswa juga harus mengikuti protokol kesehatan ini.

“Kita guru sudah memulai lebih dulu, jadi nanti saat Pemerintah menyatakan sekolah aktif kembali, maka peserta didik kami juga harus bisa menerapkan protokol kesehatan selama di sekolah,” kata Wiselmi.

Pihak sekolah juga mengaku membuat perpustakaan di dalam kelas masing-masing agar siswa tidak berkumpul di perpustakaan sekolah. Karena hari biasa, perpustakaan selalu ramai didatangi siswa.

“Rencana kita, kegiatan belajar mengajar akan dibagi menjadi 2 shif. Masing-masing shif hanya 20 orang maksimal. Masuk sekolah dari jam 7.30 pagi sampai 12.30. Istirahat di kelas dan makan di kelas. Jadwal masuk kelas 10, 11 dan 12 akan bergilir setiap harinya,” sebut Wiselmi.