SELATPANJANG – Di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19 saat ini, tentu sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat secara umum. Seperti yang dialami Sandi Suprinata (38) asal Desa Topang, kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti, Riau yang telah hilang pekerjaan sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negeri jiran Malaysia.
Setelah sekitar 4 bulan tidak bisa masuk ke Malaysia, lelaki yang memiliki seorang istri bernama Ria Hastarika ini berinisiatif memanfaatkan barang bekas berupa gabus, bekas pop mie dan galon untuk dijadikan Air Mancur Mini dengan waktu yang bisa disiapkan sekitar 2-3 hari dan paling lama lebih kurang 1 pekan (satu minggu).
Inisiatif atau trobosan yang dimilikinya tersebut lantaran dampak dari Covid-19 yang kunjung bisa masuk bekerja di negeri jiran Malaysia membuat dirinya memanfaatkan waktu yang terbuang karena tidak bekerja untuk berkreativitas di kediamannya.
Pria yang saat ini tinggal di Paye Renggas, RT01/ RW04 Kecamatan Meral Barat, Tanjung Balai Karimun, ini tidak hanya bisa membuat rumah serta memasang keramik, merelif dan lain sebagainya, Ia juga bisa membuat ukuran-ukiran perhiasan rumah.
Dikatakan Sandi, sapaan akrabnya bahwa saat ini sudah tersedia 4 unit Air Mancur Mini yang belum bertuan alias belum ada yang membeli.
“Kita masih menunggu pesanan dan yang sudah siap ada 4 unit , kemungkin dalam waktu dekat barang tersebut akan ada tuannya (pembeli). Kita manfaatkan waktu kosong untuk memanfaatkan barang bekas untuk dijadikan pundi-pundi uang,” ujar Sandi kepada GoRiau.com, Senin (15/6/2020).
Dijelaskannya, Air Mancur Mini tersebut siap digunakan dengan menggunakan tenaga listrik karena memiliki mesin untuk mengaktifkan semburan airnya.
“Harga per unit 300 ribu rupiah dan punya mesin sendiri di barang tersebut makanya haraga mencapai segitu,” jelasnya.
Kemudian, kata Sandi, jika diluar kota Karimun, pembeli dikenakan menambah ongkos kirim sekitar Rp50.000. Jika pembeli mau memesan bisa hubungi nomor telpon/ WA: 0831-8346-7672.




