oleh

Lambatnya Penyaluran BLT ODP PMI, HIPEMATAN Gelar Audiensi Bersama Pemerintah Daerah Bengkalis

Bengkalis, (Inforiau.ID)-Rabu(17/6) Himpunan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Bantan (HIPEMATAN) Pekanbaru dan Bengkalis mengelar audensi bersama pemerintah daerah Bengkalis beserta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkalis bertempat di posko gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 jalan A.Yani Bengkalis.

Audiensi bersama pemerintah Bengkalis bertujuan untuk menanyakan tentang lagkah pemerintah dalam penangganan Covid-19 di Bengkalis serta penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada Orang Dalam pantauan (ODP) Pekerja Migran Indonesia (PMI). Hipematan mempertanyakan permasalahan transparani anggaran penangganan Covid-19 di Bengkalis.

banner 300x250

Audiensi yang di moderatori oleh Mujib Rizki ini berjalan alot, banyak pertanyaan yang disampaikan mahasiswa sebagai penyambung aspirasi masyarakat kepada pemerintah Bengkalis seputar peran pemerintah dalam melakukan penangganan Covid-19 di Bengkalis.

Ketua Umum Hipematan Bengkalis Madnawi Ismail mempertanyakan kejelasan data beraa jumlah ODP di Bengkalis dimasa pandemi dan terhitung dari tanggal berapa masyarakat disebut ODP. Selain itu juga iya meminta kejelasan bantuan pemerintah daerah terhadap masyarakat yang berstatus ODP ini.

“bentuk bantuan apa saja yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat yang berstatus ODP ini”ungkap Ismail

Lanjut, Siti Rahma Ketua Umum HIPEMATAN-P kembali menegaskan agar pemerintah lebih tegas dan menjelaskan lebih detail kendala apa yang terjadi sehingga penyaluran bantuan blm terealisasi sampai saat ini. Sedangkan kita tahu bersama pendataan sudah dilakukan sebulan yang lewat, tapi saat ini masyarakat belum merasakan bantuan tersebut.

“secara detail permasalahan apa yang dihadapi oleh pemerintah, hingga bantuan tersebut belum cair sampai saat ini” ujar Siti Rahma

Kita tahu bersama banyak masyarakat di Kecamatan Bantan, Bengkalis dan sekitarnya menjadi PMI di negara tetangga. Sehingga saat ini dengan ditutupinya pintu masuk ke negera tetangga tersebut membuat para PMI kehilangan mata pencarian. Sehingga sangat diperlukan bantuan dari pemerintah untuk meringgankan beban sehari-harinya. Oleh karena itu pemerintah harus segera merealisasikan bantuan yang sudah dijanjikan, sehingga masyarakat mendapat kepastian.

“banyak masyarakat kita yang menjadi PMI, dimasa pandemik saat ini mereka kehilangan mata pencariannya”tambah perempuan kelahiran Pambang.

Plh.Bupati Bengkalis menjelaskan saat ini masih melakukan verifikasi terhadap para PMI yang akan mendapatkan bantuan. Saat ini masih ada 824 PMIyang belum menyerahkan rekening Bank Riau, iya berharap kepad PMI yang belum meyerahkan reknening tesebut agar dapat segara menyelsaikan persyaratan kepada tim gugus Covid-19.

“Insyaallah ketika data tersebut terkumpul, dalam minggu ini pencairan dana BLT PMI akan kita salurkan” terang Bustami

Hadir dalam audiensi tersebut Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan , Kepala BPBD Bengkalis H Tajul Mudaris, Asisten Perekonomian dan Pembanguan Seketariat Daerah Kabupaten Bengkalis H Heri Indra Putra, Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis dr.Ersan Saputra, Kepala Dinas Sosial Martini dan Kepala Dinas Perdagangan dan Pertanian Indra Gunawan.(4ndo)