PEKANBARU – Dibalik sosok berwibawanya, ternyata Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Syahrial memiliki kisah perjuangan hidup yang cukup berat di masa kecilnya, bahkan ia ‘kehilangan’ masa kanak-kanaknya akibat himpitan ekonomi keluarga.
Kepada GoRiau.com, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Bengkalis ini bercerita, dimana dia yang merupakan anak kedua dari lima bersaudara harus berjuang keras membantu orang tua dan keluarganya.
Apalagi, Syahrial memiliki dua orang adik perempuan dan satu orang adik laki-laki yang masih sangat kecil.
Kehidupan keluarga tujuh beranak ini hanya mengharapkan penghasilan dari sang ibu yang bekerja sebagai penjual lontong di Pelabuhan dan sang ayah yang bekerja sebagai nelayan di Kecamatan Rupat.
Tentunya, penghasilan orang tua yang serba pas-pasan tidak mampu mencukupi kebutuhan Syahrial dan keluarganya, sehingga Syahrial kecil harus bekerja membantu orang tua di usianya yang masih sangat belia.
Tepatnya di masa SMP, Politisi yang kerap disapa Cik Syahrial ini sudah berladang (ke sawah), Syahrial ke ladang bukan sekedar menemani orang tua saja tapi ia sudah benar-benar bekerja membantu sang ibu. Kadang ia juga pergi memetik kopi bersama orang tuanya.
Selain itu, Syahrial juga pernah keliling kampung untuk menjual ikan hasil tangkapan ayahnya. Bahkan, pernah juga sepulang sekolah ia langsung berangkat pergi menambang pasir.
Hal ini tentunya sangat berat bagi anak seusianya yang mana teman seusianya memiliki banyak waktu untuk bermain. Namun, ia paham tanggungjawabnya sebagai kakak laki paling besar di rumah.
Perjuangan keras di masa mudanya membuat jiwa enterpreneur mendarah daging dalam diri Syahrial sampai saat ini.
Meskipun waktunya habis untuk bekerja, Syahrial tak pernah mengenyampingkan kewajibannya dalam belajar, buktinya, sejak SD ia selalu meraih prestasi juara umum se-kecamatan Rupat, bahkan di SMP ia mewakili Kabupaten Bengkalis dalam lomba cerdas cermat tingkat kabupaten bengkalis.
Memasuki masa SMA, Syahrial meminta restu orang tuanya untuk bersekolah di Sekolah Teknik Menengah (STM) Dumai. Disanalah ia mulai belajar organisasi dan diberi amanah sebagai Sekretaris OSIS.
Bahkan, saat itu juga ia diberi amanah sebagai Sekretaris Dewan Kerja Cabang (DKC) Pramuka Bengkalis.
Meski disibukkan dengan organisasi, Syahrial tetap bekerja serabutan agar tak membebani orang tuanya di kampung. Dan setiap minggunya, ia selalu menyempatkan diri pulang ke Rupat untuk bekerja sebagai tukang bongkar muat pasir.
“Jadi, walaupun saya sekolah di Dumai. Saya masih sering pulang untuk membantu ekonomi keluarga karena saya anak laki-laki pertama,” ceritanya, Kamis (20).
Tamat dari STM di Dumai, Syahrial kemudian memperjauh rantaunya, yakni ke Pekanbaru untuk berkuliah di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. Tepatnya, di Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek).
Kemampuan daya kritis Syahrial langsung berkembang pesat di masa perkuliahan, dia lantang menyuarakan setiap isu yang berkembang di masyarakat dan mahasiswa.
Hingga akhirnya ia dipercaya menjadi Wakil Ketua BEM Saintek. Disamping itu, ia juga menjadi Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Bengkalis. Yang mana, ia selalu berada di garis terdepan menyampaikan aspirasi Mahasiswa dari Bengkalis di Pekanbaru.
“Waktu itu saya masih ingat betul Ketua BEM UIN-nya, Repol. Yang sekarang menjadi Ketua DPD II Golkar Kampar dan juga Wakil Ketua DPRD Kampar,” ulasnya.
Disamping menjadi aktivis, Syahrial lagi-lagi harus mencari pekerjaan yang membuatnya tidak putus kuliah di tengah jalan. Berbagai pekerjaan ia jalani, waktu itu Syahrial bahkan sudah memanfaatkan ilmu yang didapatnya dari perkuliahan dengan menjadi software developer.
Usai menamatkan perkuliahan, Syahrial kemudian menjadi salah satu tenaga pengajar di SMP Islam Terpadu (IT) di Pekanbaru. Setahun mengajar, ia memberanikan diri mempersunting gadis bernama Julia Roslin.
Bersama Julia Roslin, Syahrial sekarang sudah dikaruniai dua orang putra.
Pasca menikah, Syahrial kembali ke kampungnya di Rupat. Disana, ia meninggalkan profesi tenaga pengajarnya dan beralih profesi sebagai pengusaha fotokopi.
Meski pulang kampung, jiwa organisatoris Syahrial masih melekat kuat dalam jiwanya. Ia kemudian menyibukkan diri dalam organisasi kepemudaan hingga pada tahun 2006 ia dipercaya sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Rupat.
Menjadi Ketua KNPI Rupat, Syahrial mulai melebarkan sayap ke organisasi lainnya, yakni Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR). MKGR merupakan salah satu organisasi induk yang menjadi cikal bakal lahirnya Partai Golkar. Ia menjadi Ketua pada tahun 2008.
Golkar sebenarnya bukan organisasi yang asing baginya, pasalnya, ayah Syahrial merupakan anggota Kelompok Kerja (Pokar) Golkar yang berada di tingkat RT/RW.
Pokar merupakan penggerak di bagian level terbawah partai Golkar kala itu. Karena banyak kegiatan seperti rapat-rapat yang dilakukan dirumahnya , ideologi Golkar benar-benar mengakar dalam diri Syahrial.
Ditambah lagi, ketika masih menjadi mahasiswa ia sudah berada di lingkungan dan dibina langsung oleh orang-orang yang garis perjuangannya terafisiliasi ke Partai Golkar.
Makanya, Syahrial benar-benar tumbuh besar dan berkembang dalam lingkungan Golkar sampai pada karir politiknya saat ini.
Tahun 2010, Syahrial mulai terjun ke Partai Golkar dan langsung diberi jabatan strategis. Yakni, Wakil Ketua Kaderisasi dan Keanggotaan. Karirnya menanjak saat Golkar Bengkalis dipimpin oleh Indra Gunawan Eet yang kini jadi Ketua DPRD Riau.
Tepatnya tahun 2012, saat Indra Gunawan Eet menjabat Ketua DPD II Golkar Bengkalis, Syahrial diajak Eet menjadi orang nomor dua di Golkar Bengkalis dengan menjabat sebagai Sekretaris DPD II Golkar Bengkalis.
“Sejak itu, saya jadi Sekretaris Golkar Bengkalis sampai 2020, karena 2016 Engah Eet kembali menjabat Ketua DPD II Golkar Bengkalis,” ujarnya.
Berkat kemampuan organisatoris dan sepak terjangnya di tengah masyarakat, Syahrial kemudian memberanikan diri maju sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Bengkalis 2014 dan berhasil menjadi Wakil Rakyat.
Ia melanjutkan karir legislatifnya di DPRD Bengkalis dengan mencalonkan diri kembali di Pileg 2019 dan lagi-lagi ia diberi amanah oleh masyarakat Kecamatan Rupat.
Kini, Syahrial memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Calon Ketua DPD II Golkar Bengkalis, karena Ketua DPD II Golkar Bengkalis saat ini, Indra Gunawan Eet sudah menjadi Sekretaris DPD I Golkar Riau.
Syahrial sendiri didukung oleh 10 Pengurus Kecamatan (PK) dari total 11 PK yang ada di Bengkalis. Dia juga didukung oleh Organisasi yang mendirikan dan didirikan Golkar, ditambah juga organisasi sayap Golkar, Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).
Saat inipun, di luar organisasi politik, Syahrial juga masih aktif di berbagai perkumpulan, sebut saja Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Kabupaten Bengkalis, Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Bengkalis dan Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Provinsi Riau tahun 2019-2023.




