Nasdem Tak Kunjung Keluarkan SK, PKS Akhirnya Berkoalisi dengan Hanura di Rohil, Usung Cutra Andika – Muhammad Rafik

PEKANBARU – Setelah menunggu sekian lama, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya memajukan kadernya di Pilkada Rokan Hilir dan membangun koalisi bersama Partai Hanura. Perahu dua partai ini sudah cukup berlayar di Pilkada.

Hanura sendiri memiliki 5 kursi di DPRD Rokan Hilir, dan PKS punya 4 kursi. Artinya, 9 kursi sudah cukup memenuhi syarat minimal pencalonan diambil dari 20 persen total anggota DPRD Rohil berjumlah 45 orang.

Hal ini terungkap dalam Surat Keputusan (SK) DPP PKS yang ditandatangani Ketua Umum DPP PKS, M Sohibul Iman tertanggal 27 Agustus 2020 yang diterima GoRiau.com.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Riau, Markarius Anwar membenarkan adanya surat tersebut. Diakui Ketua Fraksi PKS DPRD Riau ini pihaknya memang mengusulkan dua nama ke DPP.

“Saya belum lihat surat aslinya, tapi memang itu nama yang kita ajukan ke DPP. Harapan kita tentu Pasangan ini bisa memenangkan Pilkada dan kits bersyukur masih bisa memajukan kader kita untuk dijadikan alternatif pilihan masyarakat Rohil di Pilkada,” kata Pria yang biasa disapa Eka ini, Selasa (1/9/2020).

Adapun DPP PKS mengusung kader Hanura, Cutra Andika sebagai Bakal Calon Bupati Rokan Hilir dan Ketua DPD PKS Rohil, Muhammad Rafik sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Rokan Hilir. 

Keputusan ini, lanjut Eka, merupakan bentuk komitmen PKS dalam mengakomodasi keinginan kadernya yang berniat membangun daerahnya masing-masing, terlebih jika kader tersebut adalah pimpinan partai.

Disinggung mengenai komunikasi yang sudah dijalin dengan Nasdem, yakni memajukan kader Nasdem Muhammad Maliki dan kader PKS Edison, Eka menjawab pihaknya sudah memberikan batasan waktu.

“Kita sudah kasih batasan waktu supaya kader Nasdem bisa bawa SK dari Nasdem, tapi sampai kita launching calon kita hari Minggu kemarin, ternyata sampai hari sabtu belum juga ada, makanya kita cari alternatif lain,” ujarnya.

Eka menambahkan, pihaknya tidak jadi mengusung kader PKS, Edison karena ada pertimbangan rasional. Pasalnya, Edison satu dapil dengan Cutra Andika, sehingga ada pertimbangan wilayah yang mengharuskan PKS mencari alternatif lain. 

“Pak Cutra sudah bawa SK dari Hanya. Memang yang pertama kita majukan dulu adalah Edison. Tapi mereka itu satu dapil, jadi mereka ini isitlahnya bertetangga. Jadi ada pertimbangan wilayah,” tutupnya.