oleh

Banyak Ingin Adopsi Bayi yang Ditemukan Terbungkus Plastik, Harus Tunggu Putusan Pengadilan

SELATPANJANG – Banyak yang ingin mengadopsi bayi yang ditemukan terbungkus kantong plastik di Desa Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti, Riau pada Minggu (20/2020) malam kemarin.

banner 300x250

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Kepulauan Meranti belum bisa mengakomodir masyarakat yang berminat mengadopsi bayi laki-laki yang ditemukan tersebut.

Kini, sang bayi yang dalam kondisi sehat dengan berat badan 3,1 Kg dan panjang 48 cm itu akan berada dalam penanganan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinsos-P3A yang sebelumnya telah dilakukan serah terima dari Polsek Rangsang yang menangani kasus tersebut. Saat ini dia dititipkan disalah satu rumah milik kepala UPTD di Selatpanjang.

Bayi mungil yang ditemukan tersebut menjadi rebutan para calon orang tua untuk mengadopsinya, tidak hanya masyarakat di Kepulauan Meranti, bahkan dari Kota Pekanbaru pun berniat untuk ikut membesarkannya.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Kabupaten Kepulauan Meranti, Agusyanto Bakar menjelaskan belum bisanya bayi laki-laki itu diadopsi masyarakat, karena beberapa hal. Diantaranya, pihaknya menunggu pengungkapan kasus tersebut dari kepolisian, kondisi bayi dan situasi yang memungkinkan proses adopsi.

Dikatakan lagi, bayi yang ditemukan tersebut dikategorikan sebagai anak terlantar dan statusnya menjadi bayi milik negara. Saat ini pihaknya sudah melakukan publikasi dan apabila dalam waktu tiga Minggu tidak ada yang mengakui kepemilikan terhadap bayi tersebut, maka pihaknya akan mengajukan penetapan anak tersebut ke Pengadilan Negeri Bengkalis.

“Bayi yang telah kita terima itu dikategorikan sebagai anak terlantar dan menjadi milik negara dan menjadi tanggung jawab pemerintah. Selain itu kita juga telah melakukan pengumuman terhadap kepemilikan bayi itu. Jika ada yang merasa sebagai orang tua atau keluarga bayi tersebut bisa menghubungi kami dan Polsek Rangsang tentunya dengan membawa alat bukti yang bisa di pertanggungjawabkan. Jika selama tiga Minggu tidak juga ada yang mengakui, maka barulah bayi tersebut boleh diadopsi oleh calon orang tua angkat, tentunya melalui penetapan sah dari Pengadilan Negeri di Bengkalis,” ujarnya, Rabu (23/9/2020) pagi.

Ditambahkan Agusyanto, untuk melakukan adopsi terhadap anak tersebut ditentukan melalui proses assesmen yang dilakukan oleh tenaga pekerja sosial.

Dijelaskannya untuk bisa mengangkat seorang anak atau mengadopsi, calon orangtua diharuskan mengikuti proses dan prosedur yang telah ditetapkan itu. Hal itu sebagai perlindungan dan hak anak di masa datang.

“Mengangkat anak diperbolehkan negara. Namun, mesti melalui prosedur dan proses yang benar sesuai regulasi yang ditetapkan pemerintah. Untuk proses assesmen nanti melalui hasil yang ditentukan oleh tenaga peksos kita, apakah layak dan bisa amanah dalam aturan pengangkatan anak,” ujarnya.

Terpisah, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpianto SIk menjelaskan sejauh ini belum ada gambaran mengenai pelaku yang membuang bayi itu. Pihaknya sudah memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi, namun belum memunculkan petunjuk yang mengarah kepada pelaku.

“Tidak ada warga sekitar yang melihat orang mencurigakan, karena lokasi memang cukup sepi,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki di atas becak yang dibungkus didalam kantong plastik, pada Minggu (20/9/2020) malam membuat warga Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti, Riau, heboh. 

Bayi malang tersebut ditemukan Rustam (40) sekitar pukul 21.15 WIB. Saat itu, Rustam yang sehari-hari berjualan tiket di pelabuhan itu ingin pulang kerumahnya menggunakan becak tiba-tiba melihat sebuah plastik berwarna biru didalam becaknya dan seperti ada yang bergerak didalamnya. Kemudian dia memanggil istrinya yang saat itu menjaga kedai, oleh istrinya plastik tersebut ditusuk menggunakan ranting kayu dan tiba-tiba mendengar suara tangisan bayi. Setelah diperiksa, dia menemukan sesosok tubuh mungil. Ada bayi didalam kantong plastik tersebut dan masih ada tali pusarnya.

“Setelah sholat Isya saya mau balik dan kebetulan becak ada di rumah kakak. Setelah sampai di becak saya melihat ada plastik berwarna biru dan ada sesuatu bergerak didalamnya, kemudian saya panggil istri yang saat itu sedang menjaga kedai dan dia menusuk plastik itu dengan ranting kayu, setelah dicongkel ada suara seperti bayi menangis, setelah dicek memang betul ada bayi laki-laki dan masih ada tali pusarnya,” kata Rustam.

Oleh Rustam, kemudian bayi malang yang masih hidup tersebut langsung ke klinik praktek bidan untuk mendapatkan perawatan medis yang tak jauh dari lokasi penemuan bayi tersebut.

“Karena saya lihat masih hidup, saya bawa ke Puskesmas karena ari-arinya masih belum terpotong. Bayi itu saya bawa ke rumah Buk Mimin, bidan praktek yang tak jauh dari lokasi kami menemukan bayi itu. Alhamdulillah bayi laki-laki itu dalam keadaan sehat dengan berat 3,1 Kilogram,” kata Rustam.

Terhadap bayi itu, Rustam belum terpikirkan mau mengadopsinya dan masih menunggu proses penyelidikan pihak kepolisian.

“Biarlah dia dirawat disana dulu, belum terpikirkan mau ngambil, tapi tadi sudah banyak yang minta, banyak yang mau merawat bayi itu,” pungkas Rustam.