Pengurus FKPMR Boleh Terlibat di KAMI, Tapi Tidak Secara Kelembagaan

PEKANBARU – Ketua Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), Chaidir angkat bicara terkait rencana deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Riau yang rencananya akan dilangsungkan pada 9 atau 16 Oktober 2020 mendatang.

Dikatakan Mantan Ketua DPRD Riau ini, jika ada pengurus FKPMR yang ingin terlibat aktif dalam KAMI, dia tidak bisa melarang karena itu merupakan hak setiap orang. Namun, secara kelembagaan FKPMR tidak akan terlibat.

“Kalau secara personal mau gabung ya silahkan, tapi FKPMR tidak akan memberi dukungan resmi secara kelembagaan, kalau secara personal itu kan hak masing-masing,” kata Chaidir kepada GoRiau.com, Rabu (7/10/2020).

Terkait kondisi pandemi Covid-19 hari ini, menurut Chaidir, tidak hanya KAMI saja, namun semua masyarakat saat ini wajib memiliki kesadaran untuk menerapkan protokoler kesehatan Covid-19.

“Masalah covid ini sudah menjadi aturan bersama, semua pihak saat ini sudah secara otomatis harus punya kesadaran, jadi tidak hanya KAMI tapi semuanya,” tambahnya.

Pun begitu, Chaidir berharap supaya apapun kegiatan masyarakat di Riau untuk bisa menjaga kondusifitas di tengah masyarakat, karena jika ada kericuhan maka kita semua akan mengalami kerugian. 

“Harapan saya, saya minta semuanya secara bijak saja kita memakai platform publik. Kalau sudah rusuh, yang susah kan kita semua. Saya lebih cenderung mengacu pada suasana kondusif saja,” tutupnya.

Sebelumnya, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Riau mengaku sudah mematangkan segala persiapan untuk deklarasi sekaligus silaturahmi KAMI Riau dengan KAMI Pusat yang akan dilangsungkan bulan ini.

Sekretaris KAMI Riau, Azmi Rozali mengatakan, saat ini pihaknya hanya menentukan tempat saja, dimana ada dua opsi dari pertemuan terakhir. Opsi tersebut adalah pelaksanaan acara di dalam ruangan dan di luar ruangan.

Namun, sejauh ini para anggota lebih setuju dengan pelaksanaan di dalam ruangan, karena jika dilakukan di luar ruangan acara mereka terkesan seperti demo. 

“Jadi lebih banyak yang memilih di dalam gedung, jadi tamu-tamu duduk berjarak, kita lebih terorganisir kalau dalam ruangan,” kata Azmi kepada GoRiau.com, Selasa (6/10/2020).