Akui Namanya ‘Dicatut’ KAMI Riau, Zulhusni: Tak Apa Nama Saya Dijual untuk Agama dan Negara

PEKANBARU – Sekretaris Majelis Ulama Indoensia (MUI) Riau, Zulhusni Domo angkat bicara terkait adanya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Provinsi Riau yang melakukan deklarasi melalui taklimat media beberapa waktu lalu.

Kepada GoRiau.com, Zulhusni mengaku dirinya tidak pernah diberitahu apalagi diajak untuk masuk dalam jabatan apapun dalam KAMI, namun baginya hal itu tidak masalah karena dia secara pribadi mendukung KAMI.

“KAMI ini lembaga moral yang terkonsentrasi untuk menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan bidang moral dan lainnya. Jadi ini wadah bagi orang-orang yang peduli, sayang, dan ingin menyelamatkan Indonesia,” kata Zulhusni, Senin (2/11/2020).

Untuk itu, Zulhusni mengimbau kepada semua orang yang tidak senang dengan KAMI untuk tidak terlalu sinis pada KAMI, karena bagaimanapun kita semua adalah saudara setanah air. Apalagi, KAMI diisi oleh tokoh-tokoh nasional seperti Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin.

Diakuinya, KAMI adalah gerakan politik, sebab politik, moral, budaya dan lainnya tidak bisa dipisahkan dari politik. Apalagi, kebebasan menyampaikan pendapat, berserikat dan berkumpul sudah dijamin dalam UU. Namun, tetap harus terus berada dalam koridor hukum.

Secara kelembagaan, MUI lanjutnya, tidak ikut dalam KAMI. Karena MUI adalah payung ummat Islam se-Indonesia, tapi secara personal memang ada pentolan MUI yang ikut terlibat.

Misalnya Din Syamsudin ketua dewan pertimbangan. Saya juga mendukung gerakan morlanya, dengan catatan tidak keluar dari kordior hukum.

Terkait namanya yang dimasukkan sebagai Deklarator KAMI Riau tanpa adanya pemberitahuan, menurut Zulhusni, tak masalah. Karena, dia rela jika namanya bisa dijual untuk kepentingan agama, bangsa dan negara. 

“Lagi saya juga tak datang deklarasi kan,” pungkasnya.