oleh

Gandeng DLH, Polres Kepulauan Meranti Olah Limbah Sampah Plastik Jadi Batako

SELATPANJANG – Polres Kepulauan Meranti membantu mengatasi banjir di Selatpanjang dengan menggandeng pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) olah limbah sampah plastik jadi pavin block atau Batako.

Hal ini dilakukan dikarenakan permasalahan banjir yang kerap terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti pada musim penghujan terutama di Kota Selatpanjang. Persoalan itu pun membuat keprihatinan beberapa pihak, tidak terkecuali Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIK.

banner 300x250

Menurut Eko Wimpiyanto, peran aktif masyarakat itu sangat penting salah satunya dengan tidak membuang sampah disembarang tempat, terutama sekali di saluran pembuangan air.

Belum lama ini, Kapolres Meranti bersama personil dibantu masyarakat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Meranti berkerjasama mengatasi banjir dibeberapa lokasi di Kota Selatpanjang, hal ini diakibatkan curah hujan yang tinggi dan tumpukan sampah hingga menutupi saluran pembuangan air.

Menyikapi hal itu, Kapolres Kepulauan Meranti berusaha menemukan solusi agar permasalahan banjir ini dapat diatasi, yakni dengan cara mengolah limbah sampah plastik menjadi Batako.

Dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan alat tradisional seadanya, Kapolres yang didampingi Kadis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Meranti, Drs H Irmansyah bersama personil melakukan uji coba pembuatan sampah plastik untuk dijadikan Batako.

Setelah melalui tahapan-tahapan pembuatan akhirnya ujicoba berhasil menghasilkan beberapa buah Batako.

AKBP Eko Wimpiyanto mengatakan latar belakang dari ide untuk membuat batako ataupun Pavin Block ini dikarenakan keprihatinan terhadap penyebab banjir yang melanda kota Selatpanjang beberapa hari yang lalu dan juga tumpukan sampah plastik di TPA (tempat pembuangan akhir) ataupun disejumlah lokasi yang kurang tertata dengan baik.

“Banjir beberapa hari yang lalu personil menemukan banyaknya sampah plastik di saluran pembuangan air sehingga menutupi dan menyumbat saluran air, hal ini menyebabkan air tidak mengalir sebagaimana mestinya dan meluap kejalan protokol ataupun ke rumah warga,” ujar Eko Wimpiyanto, Sabtu (16/1/2021) siang.

Dijelaskan Eko, dengan keberhasilan ujicoba membuat Batako dari limbah sampah plastik beberapa hari yang lalu diharapkan menjadi solusi terhadap banjir yang kerap terjadi dan juga penanganan terkait sampah ini bisa terkelola dengan baik.

“Ini tahap uji coba dan Alhamdulillah limbah plastik yang kita olah tadi berhasil dijadikan Batako, kedepanya diharapkan sampah – sampah plastik ini tidak ada lagi ditemukan di saluran pembuangan air ataupun tempat pembuangan sampah karena sudah diolah menjadi barang yang bermanfaat” harapnya.

Kedepannya, lanjut Eko, pihaknya bersama instansi pemerintah dalam hal ini DLH akan membicarakan terkait pengolahan sampah plastik ini, sehingga nantinya dapat bernilai ekonomis dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat.

“jika nantinya hal ini berjalan, kita akan kelola secara profesional bersama Dinas Lingkungan Hidup dan intansi terkait, diharapkan hal ini bisa mendukung perekonomian masyarakat, nanti kita akan bahas lebih lanjut,” ungkapnya.

Kapolres kelima Kepulauan Meranti juga berharap peran serta masyarakat dalam mengatasi banjir yakni dengan membuang sampah pada tempatnya.

“Banjir yang terjadi disebabkan beberapa faktor salah satunya karena penumpukan sampah di saluran pembuangan air, kami imbau kepada masyarakat agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan” tegasnya.

Sementara itu, Kadis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Meranti Drs Irmansyah melakukan pembuatan Batako dan Paving blok dari limbah plastik dan hal ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi banjir dan mengurangi limbah tersebut.

“Kita melakukan ini bersama pak Kapolres Eko Wimpiyanto dan Polmas Lingkungan, mencoba membuat batako dan paving blok dari sampah limbah plastik. Nantinya kita akan bekerjasama dengan OPD terkait tentang tata cara kelolanya yang baik dan benar, agar bisa di manfaatkan sebagai solusi mengurangi limbah sampah plastik dan dapat membantu perekonomian masyarakat,” ungkap mantan Sekwan Kepulauan Meranti itu.