oleh

Achmad: Secara Kelembagaan, LAMR Menyatakan Penolakan Terhadap SKB 3 Menteri

PEKANBARU – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) secara kelembagaan menyatakan menolak Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri terkait seragam sekolah yang cukup membuat kegaduhan di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota DPR RI Dapil Riau 1, Achmad usai menggelar silaturahmi dengan LAMR, Rabu kemarin (3/3/2021). Silaturahmi itu dihadiri oleh sejumlah tokoh LAMR termasuk Ketua MKA dan DPH LAMR.

banner 300x250

“Memang ada perbedaan pendapat di internal LAM, tapi secara kelembagaan, LAMR sepakat menolak SKB 3 menteri, karena ini membuat kegaduhan dan menciptakan masalah baru. Di Riau ini kan tidak pernah ada masalah karena baju seragam ini, dan SKB itu membingungkan dan multitafsir,” kata Achmad, Kamis (4/3/2021).

Kemudian LAMR, sambung Achmad, satu suara dengan Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) dalam menolak Perpres Investasi Miras, karena Miras adalah sumber kejahatan dan merusak moral dan akhlak.

“Sehingga, LAMR mengharapkan supaya semua pasal yang berkaitan dengan Miras itu dihilangkan. Perpres itu harus dihapus dengan Perpres, tidak bisa dengan statement saja,” tuturnya.

Terkait revisi UU Pemilu, LAMR menurut Achmad tidak mau terlibat lebih dalam karena itu berada di ranah politik, namun yang pasti LAMR menginginkan supaya Pemilu bisa aman dan tidak ada korban lagi.

Sebagai informasi, silaturahmi dengan LAMR ini merupakan tempat keempat Achmad dalam menampung aspirasi dari tokoh masyarakat di Riau, dimana tiga tempat sebelumnya adalah Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Riau, Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Riau, FKPMR, dan LAMR.

Di empat organisasi ini, Achmad menerima masukan dari para tokoh baik menyangkut tiga persoalan seperti SKB 3 Menteri, Perpres Investasi Miras dan Revisi UU Pemilu. Selain tiga persoalan itu, para tokoh juga menyampaikan persoalan-persoalan lain.