PEKANBARU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru sudah memiliki masterplan pengendalian banjir dengan jangka waktu pendek hingga panjang. Namun, untuk dapat mengerjakan masterplan tersebut, dibutuhkan anggaran setidaknya Rp18 miliar pertahun.
Menurut Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution, Rp18 miliar pertahun tersebut setidaknya dikucurkan selama 10 tahun. Dimana, ada 112 titik banjir dan 375 titik drainase bermasalah yang perlu ditangani.
“Masterplan itu ada jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, kita ada normalisasi sungai dan drainase bermasalah, ini sudah kita turunkan tim kuning,” ujarnya, Selasa (9/3/2021).
Sementara itu, ia menjelaskan bahwa untuk rencana jangka panjang, PUPR akan membuat kolam retensi untuk menampung air hujan. Rencananya, pembuatan kolam ini diadakan di Kecamatan Bina Widya dan Tuah Madani.
“Ini program jangka panjang ya, di dalam RDTR seperti Kecamatan Payung Sekaki, Tuah Madani, Bina Widya. Kita pun sudah memplot calon-calon kolam retensi,” jelasnya.
Indra memaparkan bahwa pembuatan kolam retensi ini akan dibuat sebanyak tiga hingga empat buah di kecamatan tersebut. Karena wilayah kecamatan yabg dimaksud juga menjadi daerah rawan banjir.










