Organisasi Sayap Demokrat di Riau yang Dukung Moeldoko Ternyata Sudah Tak Aktif, Asri: Saya Baru Dengar Namanya

PEKANBARU –Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Riau, Asri Auzar mengaku sampai hari ini tidak pernah mendengar apalagi berkoordinasi dengan Angkatan Muda Demokrasi Indonesia (AMDI) Riau yang merupakan sayap Partai Demokrat.

Diberitakan sebelumnya, AMDI Riau mengatakan dukungan kepada Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat sesuai dengan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit beberapa wakdu lalu.

“AMDI itu di Riau boleh dikatakan ya saya pun tidak pernah dengar namanya, baru saya dengar pas dia dukung Moeldoko,” kata Asri Auzar, Sabtu (20/3/2021)

Pun begitu, Asri tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, karena mereka hanya organisasi sayap. Karena segala keputusan menyangkut organisasi sayap merupakan kewenangan DPP, dan untuk di DPD sifatnya hanya koordinasi saja.

“(Pemecatan) itu ada di DPP, dia sifatnya koordinasi saja disini. Dan saya baru dengar namanya. Tidak pernah komunikasi, mereka tidak aktif juga,” tuturnya.

Dijelaskan Asri, saat ini bisa dikatakan bahwa organsiasi sayap yang ada saat ini 90 persen satu garis dengan DPD Demokrat Riau, yaitu tegak lurus bersama Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan tidak mengakui KLB.

“Kami di Riau tegak lurus bersama Ketum. Ketum kami adalah mas AHY, kami tidak akan pernah berpisah dari dia, apapun yang terjadi,” pungkasnya.

Angkatan Muda Demokrat Indonesia (AMDI) Provinsi Riau memberikan dukungan kepada Moeldoko, sebagai Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Demokrat.

Ketua AMDI Provinsi Riau, Tommy Rusli Idar menjelaskan, dukungan ini dikarenakan Moeldoko dinilai sebagai tokoh yang tepat untuk memimpin Partai Demokrat. Menurutnya, Moeldoko akan mampu membawa Partai Demokrat sebagai pemenang Pemilu mendatang.

“AMDI ini lahir dan berjuang untuk Partai Demokrat,” ujar mantan anggota DPRD Provinsi Riau tahun 2004-2009 ini tersebut, Selasa (16/3/2021).

Ia menerangkan, Partai Demokrat saat ini sudah menjadi partai yang besar dan menguasai parlemen dan eksekutif. Namun sayangnya, orang-orang yang dulunya ikut berjuang membesarkan partai justru telah ditinggalkan.