oleh

Pembuangan Sampah DLH Kepulauan Meranti tak Maksimal, Ternyata Ini Penyebabnya

SELATPANJANG – Empat kontainer sampah berkapasitas besar yang disediakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Meranti selalu penuh dan melimpah meskipun rutin diangkut oleh petugas kebersihan.

Kepala DLH Kepulauan Meranti, Irmansyah melalui Kabid kebersihan, Husni Mubarak mengungkapkan, pihaknya terpaksa bekerja keras mengangkut sampah secara manual yang terisi di dalam bak kontainer, dan membuang sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Jalan Rumbia, Selatpanjang itu ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Gogok dengan menggunakan dump truck.

banner 300x250

Upaya itu, sambung dia, harus dilakukan mengingat alat pada truk arm roll milik DLH bermasalah, sehingga pembuangan sampah menjadi tidak maksimal.

“Sekarang yang menjadi kendala itu truk arm roll bermasalah, karena gear boxnya rusak. Kita hanya mempunyai satu truk arm roll, itu pun alatnya sudah tua. Jadi saat ini alat itu dibawa ke Jakarta untuk diperbaiki,” ungkap Husni Mubarak, Rabu (7/4/2021).

Diakui Husni Mubarak, jika alat tersebut tidak bermasalah, penumpukan sampah di kawasan fasilitas publik itu dapat diminimalisir. Namun sekarang ini pihaknya harus membawa sampah dan dibuang ke TPA Gogok dengan delapan kali pengangkutan.

“Kalau truk arm rollny baik, dalam satu hari itu bisa dua kontainer yang dibuang, dan sisanya bisa diangkut dengan dump truck dan mobil pick up,” ujar dia.

Husni Mubarak juga menyayangkan Jalan Rumbia yang ramai fasilitas publik seperti perkantoran dan sekolah dihiasi dengan serakan sampah di tepi badan jalan. Memang sejak dulu sebelum pemekaran Meranti, masyarakat sudah terbiasa membuang sampah di lokasi ilegal itu.

Untuk mengatasinya, DLH berencana akan menutup habis TPS di Jalan Rumbia. Namun, diungkapkan Husni Mubarak, pihaknya sementara harus mengurungkan rencananya mengingat TPA baru yang berada di Desa Sesap belum bisa dioperasikan akibat terkendala beberapa hal.

“Banyak masyarakat yang mengadu jika TPS nya ditutup, mereka mau membuang sampahnya dimana. Jadi, kita belum bisa menutupnya, tapi pelan-pelan akan kita upayakan meminimalisir sampah disana hingga nanti TPA baru bisa dioperasikan,” tuturnya.

Sedangkan TPA di Desa Gogok dinilai sudah tak layak lagi menjadi tempat pembuangan. Selain tidak sanggup lagi menampung sampah sampai puluhan ton, kawasan tersebut berada dekat dengan pemukiman masyarakat. Untuk mengatasinya, DLH berencana akan menutup habis TPS di Jalan Rumbia. Namun, diungkapkan Husni Mubarak, pihaknya sementara harus mengurungkan rencananya mengingat TPA baru yang berada di Desa Sesap belum bisa dioperasikan akibat terkendala beberapa hal.

“Banyak masyarakat yang mengadu jika TPS nya ditutup, mereka mau membuang sampahnya dimana. Jadi, kita belum bisa menutupnya, tapi pelan-pelan akan kita upayakan meminimalisir sampah disana hingga nanti TPA baru bisa dioperasikan,” pungkasnya.