SIAK – Pemugaran Istana Peraduan Siak yang dimulai Oktober 2018 oleh PT RAPP ini, sudah tuntas pada 9 Januari 2020 lalu. Namun karena kondisi yang masih pandemi Covid-19, serah terima bangunan yang dulunya menjadi tempat beristirahat Sultan Syarif Kasim ini terpaksa ditunda saat itu. Namun kini, bangunan yang memiliki 6 ruangan itu sudah resmi diserahkan kembali kepada Pemkab Siak untuk dapat digunakan sesuai dengan fungsinya saat ini sebagai objek wisata.
Pemugaran situs cagar budaya yang dikenal dengan Istana Tengku Syarifah Latifah ini menelan biaya hingga Rp. 3,2 miliar. Tidak hanya memugar 6 ruangan seperti ruang tamu, ruang keluarga, diorama, kamar tidur utama, ruang makan keluarga dan ruangan pembatas saja, tetapi anggaran itu juga sudah masuk juga untuk biaya interior dalam dan luar gedung.
Bupati Siak Alfedri sangat berterima kasih kepada PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) karena sudah membantu pemerintah dalam menjaga dan melestarikan cagar budaya. Istana Peraduan ini, merupakan salah satu Situs Cagar Budaya yang amat berharga dan erat kaitannya dengan sejarah Kesultanan Siak dan sangat.
“Artinya PT RAPP saat peduli dengan sejarah dan mendukung perjuangan bangsa. Istana Peraduan yang menjadi tempat peristirahatan Sultan Siak, Sultan Syarif Kasim II adalah bagian dari Istana Kesultanan Siak Sri Indrapura. Ini akan menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan,” kata Alfedri, Senin (12/4/2021).
Dijelaskan Bupati Siak, setelah dipugar oleh perusahaan pengolah hasil hutan tanaman industri menjadi pulp, kertas, serat rayon dan benang yang terintegrasi ini, Istana Peraduan menjadi cantik dan menarik. Wajar saja jika nantinya ini akan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang datang ke istana Siak.
“Pemugaran Istana Peraduan yang dilakukan pihak PT RAPP sangat mewah dan megah. Hebatnya lagi, tetap mempertahan aslinya, dan sangat baik. Dan tadi juga kita sudah serahterimakan pemugaran Istana Peraduan ini dari PT RAPP kepada Pemkab Siak, Alhamdulillah, kawasan Istana Siak sudah dijadikan sebagai kawasan budaya dan kota Siak sudah masuk jaringan kota pusaka Indonesia (JKPI),” ujar Alfedri lagi.
Ditempat yang sama, Direktur PT RAPP Mhd Ali Shabri menyebutkan selain melakukan rekonstruksi dalam pemugaran ini juga dilakukan revitalisasi dalam mengembalikan bentuk asli peninggalan bersejarah dari Sultan Siak, dengan menata kembali interior dan eksterior Istana serta melengkapi furnitur yang ada di dalam Istana Peraduan.
“Istana Peraduan yang sudah selesai dipugar ini dapat dilindungi dan dijaga keberadaannya sehingga tetap dikenal sebagai salah satu warisan sejarah dan cagar budaya yang ada di Kabupaten Siak dan di Indonesia bahkan dunia pada umumnya. Pemugaran Situs Cagar Budaya ini tidak lepas dari keterlibatan Pemerintah Kabupaten Siak dan Cagar Budaya Istana Siak serta para pemangku kepentingan terkait sehingga proyek tersebut dapat terlaksana dengan baik,” kata Ali.
Masih kata Ali, PT RAPP sangat memperhatikan aspek sosial dan lingkungan yang berkelanjutan di seluruh wilayah operasional. Selain melalui program pengembangan masyarakat, salah satunya adalah mendukung pemerintah dalam pencapaian target dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s).
“Ini terus kami lakukan pada beberapa tujuan dan target sasaran. Dukungan tersebut salah satunya dalam wujud realisasi proyek pemugaran Istana Peraduan ini dimana proyek tersebut menjadi kontribusi RAPP terhadap Tujuan SDG ke-11 atau membangun kota dan pemukiman inklusif, aman, tahan lama dan berkelanjutan, dan masuk dalam target ke-4 yakni menguatkan upaya untuk melindungi dan menjaga warisan budaya dan natural dunia,” kata Ali.
Sehingga pada akhirnya, kami berharap agar Istana Peraduan yang sudah selesai dipugar ini dapat dilindungi dan dijaga keberadaannya sehingga tetap dikenal sebagai salah satu warisan sejarah dan cagar budaya yang ada di Kabupaten Siak, dan di Indonesia bahkan dunia pada umumnya.
Selanjutnya rombongan menuju ke Istana Peraduan, di komplek Istana Siak itu Bupati Siak dan Direktur PT RAPP menandatangani batu prasasti dan menggunting pita sebelum masuk kedalam Istana Peraduan tersebut.




