PEKANBARU – Pengerjaan proyek instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau menimbulkan keluhan bagi warga. Pasalnya, selain membuat kemacetan, proyek tersebut juga membuat jalan rusak dan bergelombang.
Warga mengeluh karena hal ini terjadi sejak 2 tahun lalu. Kerusakan jalan seperti pada Jalan Ahmada Yani, Jalan Ahmad Dahlan, dan jalanan di daerah Sukajadi.
“Kalau hujan jalan berlumpur, kalau panas banyak abu juga,” ujar Yudi, salah satu warga di Kecamatan Suka Jadi.
Yudi menjelaskan, proyek ini seharusnya dijanjikan tuntas pada akhir tahun 2020 lalu. Namun hingga kini, proyek masih berjalan dan warga sudah bisa dengan dampak yang ditimbulkan.
“Katanya selesai akhir tahun lalu, ini sudah bulan April 2021 belum juga selesai. Jadi jalan rusak semua, macet dan sering juga ditutup, harus muter balik,” jelas Yudi kesal.
Hal senada disampaikan warga lain, Andri Firmansyah. Andri mengeluh karena jalan yang selesai dikerjakan tak juga diperbaiki.
“Ada sebagian yang sudah selesai, tetapi perbaikannya tidak rapi, itu bikin bahaya pengendara. Seharusnya kalau sudah selesai langsung ditutup, dirapikan seperti semula dan tidak ditunda-tunda. Kasihan warga,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Pekanbaru, Indra Pomi Nasution menyebut proyek IPAL dikerjakan Balai Infrastruktur Wilayah di Kementerian PUPR. Pihaknya hanya pengawasan proyek tersebut.
Itu sebenarnya proyek balai, jadi kita di PU Pekanbaru hanya pengawasan. Jadi untuk kontrak, PPK semua dari mereka,” katanya.
Proyek itu, kata Indra, merupakan proyek percontohan yang hanya dikerjakan di 3 kota di Indonesia. Ketiga kota itu adalah Pekanbaru, Jambi, dan Makassar.
“Ini proyek percontohan. Kontrak berakhir tahun ini, kami juga sudah berulang kali koordinasi agar cepat segera diselesaikan,” katanya.
Dalam koordinasi itu, disebut bekas proyek tidak dapat langsung dirapikan karena ada beberapa pertimbangan. Salah satunya masih menunggu tanah di area proyek itu padat.
“Katanya nunggu padat baru diselesaikan semua. Ya kita selalu sampaikan keluhan-keluhan warga itu, kita minta agar setelah selesai jalan dikembalikan seperti semula, diperbaiki semua yang terkena dampak,” kata Indra.




